Pages

Selasa, 02 Juli 2013

a girl who can't breakup, a boy who can't leave (part 2)

Seems like Rhea nggak main – main dengan pernyataannya kemarin dulu. Saat dia bilang akan mengabulkan kata – kata para haters di kantornya,dia sudah mantap untuk benar – benar melakukannya. Hari ini genap sudah 1 minggu sejak insiden itu. Rhea muncul di kantornya dengan transformasi yang cukup menggemparkan. Dia bahkan keluar dari mobil grand new fortuner silver dengan elegan dan menggandeng seorang pria tampan yang mengantarkannya sampai ke pintu masuk. Ada banyak orang yang menyaksikan momen aneh bin ajaib ini. Selama sautu tahun bekerja di kantor ini, Rhea adalah gadis yang paling tidak menarik dan tidak pernah mencoba untuk menjadi menarik. Jeans, shirt, dan kemeja biasa adalah lebih dari cukup untuknya.wajah selalu polos, sepatu sneakers, dan hair style yang tidak pernah berubah; kuncir kuda. Sepertinya Rhea yang seperti itu tidak akan ditemukan lagi mulai hari ini. Itik buruk rupa sudah bertransformasi menjadi angsa.
Tidak ada seorangpun di kantor ini yang tidak terkejut. Tidak seorang pun. Termasuk indie dan kawan – kawan. Terlebih lagi Fairuz, wanita yang mengumpatnya di kamar mandi seminggu yang lalu, kini harus menahan air mata mendengar pembicaraan teman – temannya yang menyaksikan kedatangan Rhea pagi tadi bersama Arya, lelaki tampan yang baru saja memutuskan hubungan dengan Fairuz 2 hari yang lalu. Indie pun tampaknya sangat terkejut mendengar berita itu, dimana seharusnya dia menjadi orang yang paling masygul, mengingat dialah orang yang telah menyebar gosip tentang Rhea. “total bitch !” Fairuz berusaha menahan air matanya dan berkali – kali mengumpat Rhea. “Gue mesti samperin dia !” Fay tiba – tiba bangkit dari tempat duduknya dan bergegas mencari Rhea, teman – temannya terkejut dengan reaksi yang tiba - tiba itu dan buru – buru mengikutinya. “Fay, fay, tunggu dulu fay... lo gk boleh bikin ribut dsni...” Indie menarik tangan Fairuz tapi gadis itu menepisnya. Dia terus saja berjalan dengan cepat dan penuh emosi munuju tempat Rhea bekerja. Brak !!! Fairuz menggebrak meja kerja Rhea dan berusaha mengatur nafasnya yang terengah – engah. “Hehh, racun lo !!! Lo pikir lo bakalan bisa ngerebut Arya dari gue ??!!! Gk ada malunya lo goda – godain cowok orang !!!”Fairuz meledak. Emosi yang sedari tadi ditahannya akhirnya tumpah ruah begitu dia bertemu Rhea. Indie dan teman – temannya yang lain hanya diam menyaksikan kemarahan Fairuz. “lo nanya apa tadi ? apa gue bisa ngerebut arya dari lo ? BASI !!! Arya udh putusin elo, trs dtg ke gue, mau bukti apa lagi lo ???” Rhea berkata seraya tertawa sinis. Fairuz tidak menjawab, pikirannya sibuk mengutuk dan mencari jawaban yang tepat.Tapi Rhea dengan cepat melanjutkan “see... i said i can b bitchy if u want it... I’ve been VERY patient to u... but even ants bite if u step on it...”Rhea lalu melangkah pergi meninggalkan Fairuz dan kawan – kawan dengan membawa map berisi naskah setelah menyelesaikan kata – katanya. What a Joy... Rhea tersenyum sendiri, merasakan kemenangannya atas para gadis yang telah membuatnya begitu sakit hati beberapa bulan ini. She can tell that the other women get the fear too...
***


2 minggu berlalu sejak kemunculan pertama Rhea dengan style barunya. Kendala yang menghalangi pertemanannya dengan pimred sekarang hilanglah sudah. Mr Jan hampir tidak bisa mengenalinya saat pertama kali dia muncul dengan tampilan barunya. “Rhea ? That Maeve Rhea ?” tanya Mr Jan dengan suara berbisik pada asistennya yang kemudian dibalas dengan anggukan. Rhea hanya tersenyum. Dia bahkan sangat serius dengan keputusannya untuk melakukan revenge. That’s why she’s here now. Duduk manis di sebuah book cafe berwifi, mengawasi dua orang pria yang tengah asyik mengobrol dengan membawa laptop masing – masing. Salah satu dari pria itu bernama Agha, yang dicurigai sebagai pria idaman indie belakangan ini. Seems like indie really truely in love this time. Tampan, tinggi, dan pintar. Meski bukan lelaki kaya seperti tipe pria incaran indie biasanya. Tanpa mengeluarkan effort yang besar, Rhea akhirnya berhasil mendapat undangan untuk bergabung bersama para pria tersebut. Kevin, teman lelaki Agha yang sepertinya begitu tertarik untuk mengobrol dengan Rhea yang akgirnya berbaik hati menawarinya untuk duduk bersama. Mereka membicarakan kerjaan, Agha tetap asyik dengan laptopnya. Mereka membahas film dan buku, Agha masih terlihat enggan untuk ikut mengobrol. “Bentar yaa, gue terima telpon dulu.” Kevin akhirnya meminta izin untuk menerima telpon, dan tinggallah Rhea berdua dengan pria yang menjadi targetnya itu. Lelaki pasif dan pendiam. Cenderung gay. Benar – benar jauh dari standar pria seorang Indira Putri. Tapi pria semacam ini bukannya tidak mungkin untuk didekati. Meskipun Agha masih saja seperti orang bego yang tidak bisa menangkap semua sinyal yang telah diberikan oleh Rhea. “Gha, kamu gk suka yaa aku gabung disini bareng kalian...?” tanya Rhea akhirnya. Agha kembali tertawa kecil yang terdengar seperti tawa meremehkan bagi Rhea. Ooohh fine ! I can make you fall for me and begging me to love you back ! You wait and see, kid ! “Hai again...”Kevin kembali duduk bersama mereka setelah menyelesaikan urusan telponnya. Rhea membalas dengan tersenyum. “Aku ke belekang sebentar yaa...”Giliran Rhea yang berdiri dan meminta izin untuk pergi ke kamar kecil. Gadis itu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Namun baru saja dia membuka pintu, seseorang dengan cepat mendorongnya untuk segera masuk dan kemudian mengunci pintu. Rhea berbalik dengan cepat untuk melihat siapa orang di belakangnya yang baru saja mendorongnya masuk. Agha !!! Apa yang cowok itu lakukan di dalam ladies room ??? Dia bahkan mengunci pintunya. Rhea memandang cowok itu dengan dengan expresi terkejut sekaligus takut. Cowok itu berjalan mendekat dan membuat Rhea terpojok. “U think i dont know why u came here dressing like that and try to flirt with me ?”Aga akhirnya membuka suara. Rhea tidak bersuara. Dia masih begitu terkejut melihat lelaki yang satu menit yang lalu masih menjadi lelaki pasif dan pendiam baru saja mengikutinya masuk ke dalam ladies room dan membuatnya terpojok seperti ini. Dia juga bisa melihat tatapan Agha yang berubah bengis dan sadis. “Lo pikir gue gk tau kalo lo berusaha ngedeketin gue buat manas – manasin Indie...?” Kali ini disertai tawa sinis dan mengejek, lalu kembali menambahkan "Should i make it real for you then...?". Rhea terkejut bukan main. Dia bisa merasakan perubahan suhu tubuhnya yang mendadak jadi panas. Dia ketauan !
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 A Girl Like Me and Powered by Blogger.