Seems
like Rhea nggak main – main dengan pernyataannya kemarin dulu. Saat dia bilang
akan mengabulkan kata – kata para haters di kantornya,dia sudah mantap untuk
benar – benar melakukannya. Hari ini genap sudah 1 minggu sejak insiden itu.
Rhea muncul di kantornya dengan transformasi yang cukup menggemparkan. Dia bahkan
keluar dari mobil grand new fortuner silver dengan elegan dan menggandeng
seorang pria tampan yang mengantarkannya sampai ke pintu masuk. Ada banyak
orang yang menyaksikan momen aneh bin ajaib ini. Selama sautu tahun bekerja di
kantor ini, Rhea adalah gadis yang paling tidak menarik dan tidak pernah
mencoba untuk menjadi menarik. Jeans, shirt, dan kemeja biasa adalah lebih dari
cukup untuknya.wajah selalu polos, sepatu sneakers, dan hair style yang tidak
pernah berubah; kuncir kuda. Sepertinya Rhea yang seperti itu tidak akan
ditemukan lagi mulai hari ini. Itik buruk rupa sudah bertransformasi menjadi
angsa.
Tidak
ada seorangpun di kantor ini yang tidak terkejut. Tidak seorang pun. Termasuk
indie dan kawan – kawan. Terlebih lagi Fairuz, wanita yang mengumpatnya di kamar
mandi seminggu yang lalu, kini harus menahan air mata mendengar pembicaraan
teman – temannya yang menyaksikan kedatangan Rhea pagi tadi bersama Arya,
lelaki tampan yang baru saja memutuskan hubungan dengan Fairuz 2 hari yang
lalu. Indie pun tampaknya sangat terkejut mendengar berita itu, dimana
seharusnya dia menjadi orang yang paling masygul, mengingat dialah orang yang
telah menyebar gosip tentang Rhea. “total bitch !” Fairuz berusaha menahan air
matanya dan berkali – kali mengumpat Rhea. “Gue mesti samperin dia !” Fay tiba –
tiba bangkit dari tempat duduknya dan bergegas mencari Rhea, teman – temannya
terkejut dengan reaksi yang tiba - tiba itu dan buru – buru mengikutinya. “Fay, fay,
tunggu dulu fay... lo gk boleh bikin ribut dsni...” Indie menarik tangan Fairuz
tapi gadis itu menepisnya. Dia terus saja berjalan dengan cepat dan penuh emosi
munuju tempat Rhea bekerja. Brak !!! Fairuz menggebrak meja kerja Rhea dan
berusaha mengatur nafasnya yang terengah – engah. “Hehh, racun lo !!! Lo pikir
lo bakalan bisa ngerebut Arya dari gue ??!!! Gk ada malunya lo goda – godain
cowok orang !!!”Fairuz meledak. Emosi yang sedari tadi ditahannya akhirnya
tumpah ruah begitu dia bertemu Rhea. Indie dan teman – temannya yang lain hanya
diam menyaksikan kemarahan Fairuz. “lo nanya apa tadi ? apa gue bisa ngerebut
arya dari lo ? BASI !!! Arya udh putusin elo, trs dtg ke gue, mau bukti apa
lagi lo ???” Rhea berkata seraya tertawa sinis. Fairuz tidak menjawab,
pikirannya sibuk mengutuk dan mencari jawaban yang tepat.Tapi Rhea dengan cepat
melanjutkan “see... i said i can b bitchy if u want it... I’ve been VERY patient
to u... but even ants bite if u step on it...”Rhea lalu melangkah pergi
meninggalkan Fairuz dan kawan – kawan dengan membawa map berisi naskah setelah
menyelesaikan kata – katanya. What a Joy... Rhea tersenyum sendiri, merasakan
kemenangannya atas para gadis yang telah membuatnya begitu sakit hati beberapa
bulan ini. She can tell that the other women get the fear too...
***
2
minggu berlalu sejak kemunculan pertama Rhea dengan style barunya. Kendala yang
menghalangi pertemanannya dengan pimred sekarang hilanglah sudah. Mr Jan hampir
tidak bisa mengenalinya saat pertama kali dia muncul dengan tampilan barunya. “Rhea
? That Maeve Rhea ?” tanya Mr Jan dengan suara berbisik pada asistennya yang
kemudian dibalas dengan anggukan. Rhea hanya tersenyum. Dia bahkan sangat
serius dengan keputusannya untuk melakukan revenge. That’s why she’s here now.
Duduk manis di sebuah book cafe berwifi, mengawasi dua orang pria yang tengah
asyik mengobrol dengan membawa laptop masing – masing. Salah satu dari pria itu
bernama Agha, yang dicurigai sebagai pria idaman indie belakangan ini. Seems
like indie really truely in love this time. Tampan, tinggi, dan pintar. Meski
bukan lelaki kaya seperti tipe pria incaran indie biasanya. Tanpa mengeluarkan
effort yang besar, Rhea akhirnya berhasil mendapat undangan untuk bergabung bersama para pria tersebut. Kevin, teman lelaki Agha yang sepertinya begitu tertarik untuk
mengobrol dengan Rhea yang akgirnya berbaik hati menawarinya untuk duduk bersama. Mereka membicarakan kerjaan, Agha tetap asyik dengan
laptopnya. Mereka membahas film dan buku, Agha masih terlihat enggan untuk ikut
mengobrol. “Bentar yaa, gue terima telpon dulu.” Kevin akhirnya meminta izin
untuk menerima telpon, dan tinggallah Rhea berdua dengan pria yang menjadi
targetnya itu. Lelaki pasif dan pendiam. Cenderung gay. Benar – benar jauh dari
standar pria seorang Indira Putri. Tapi pria semacam ini bukannya tidak mungkin
untuk didekati. Meskipun Agha masih saja seperti orang bego yang tidak bisa
menangkap semua sinyal yang telah diberikan oleh Rhea. “Gha, kamu gk suka yaa
aku gabung disini bareng kalian...?” tanya Rhea akhirnya. Agha kembali tertawa
kecil yang terdengar seperti tawa meremehkan bagi Rhea. Ooohh fine ! I can make
you fall for me and begging me to love you back ! You wait and see, kid ! “Hai
again...”Kevin kembali duduk bersama mereka setelah menyelesaikan urusan
telponnya. Rhea membalas dengan tersenyum. “Aku ke belekang sebentar yaa...”Giliran
Rhea yang berdiri dan meminta izin untuk pergi ke kamar kecil. Gadis itu
bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Namun baru saja dia membuka pintu,
seseorang dengan cepat mendorongnya untuk segera masuk dan kemudian mengunci
pintu. Rhea berbalik dengan cepat untuk melihat siapa orang di belakangnya yang
baru saja mendorongnya masuk. Agha !!! Apa yang cowok itu lakukan di dalam
ladies room ??? Dia bahkan mengunci pintunya. Rhea memandang cowok itu dengan
dengan expresi terkejut sekaligus takut. Cowok itu berjalan mendekat dan
membuat Rhea terpojok. “U think i dont know why u came here dressing like that
and try to flirt with me ?”Aga akhirnya membuka suara. Rhea tidak bersuara. Dia
masih begitu terkejut melihat lelaki yang satu menit yang lalu masih menjadi
lelaki pasif dan pendiam baru saja mengikutinya masuk ke dalam ladies room dan
membuatnya terpojok seperti ini. Dia juga bisa melihat tatapan Agha yang
berubah bengis dan sadis. “Lo pikir gue gk tau kalo lo berusaha ngedeketin gue
buat manas – manasin Indie...?” Kali ini disertai tawa sinis dan mengejek, lalu kembali menambahkan "Should i make it real for you then...?". Rhea
terkejut bukan main. Dia bisa merasakan perubahan suhu tubuhnya yang mendadak
jadi panas. Dia ketauan !
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar