Ini maaf loh kalo ada yg geli atau merasa amit -amit baca postingan inii... This is definitely just for fun... Galau redictor...
Dua hari ini adalah hari yang
ajaib buatku. Setelah dua lelaki datang dan akhirnya menginap di rumahku,
suasana rumah jadi berbeda. Dua pria ini adalah teman kakakku. Yang satu, kami
memanggilnya oreo, sahabat baik kakakku yang empat tahun lalu pindah ke jepang.
Dan yang satu lagi, teman oreo yang satu tahun terakhir sering berkomunikasi
dengan kakakku via dunia maya. Yaah, bukannya aku tidak suka. Tapi karena
mereka berdua, aku terpaksa harus mengorbankan kamarku untuk dipakai oleh
yunho, temannya oreo yang juga berteman dengan kakakku. This yunho… Untungnya,
adalah seorang lelaki yang menawan. Pertama kali bertemu dengannya, aku
terpaksa menunjukkan wajah yang sedikit tidak pantas. Beberapa saat aku memang menyesali
diriku yang harus muncul di hadapan yunho dalam keadaan baru bangun tidur. Sungguh
kesan pertama yang memalukan. Tapi kemudian, setelah aku tahu ternyata yunho
tidaklah se-charming tampilannya, aku memutuskan untuk “berhenti” malu
menunjukkan wajahku lagi di depannya. Ada yang aneh dengan lelaki ini. Dia
sepertinya suka namaku. Setiap kali ada kesempatan dia selalu memanggilku…
“pink… pink… pink !!!”. Dan meskipun yunho yang terlihat charming ini punya
sifat yang agak garing, sok sopan, sok pendiam, dan sedikit menyerupai anak
kecil, tapi terkadang aku merasa… I kinda fall for him…
***
“why cant I go with u…?? its not like I would
bother u or something” aku melotot pada eros ketika dia menolak mentah2 aku yang
ingin ikut dengannya ke mol. Kenapa pula aku tidak boleh ikut di mobilnya…??
Aku juga tidak berniat untuk menguntitnya sepanjang hari di mol. “we should
take pink with us…” yunho buka suara, kakakku tidak pernah menolak kata2nya. Dan
jadilah kami pergi bersama. Its quite good having yunho in ur life sometimes.
Bisa membantu menjinakkan kakak yang terkadang menyebalkan. “Pink, ayo makan
yang kau bilang tadi malam…” yunho menghentikan langkahnya dan menarik
lenganku. Sementara eros dan oreo sudah dua meter di depan kami. Mereka terus
berjalan tanpa menyadari kami yang sudah tidak lagi mengikuti mereka. “ sekarang…?? tapi mereka bilang mau cari
makan pizza…” jawabku cepat. Aku melihat eros dan oreo yang semakin jauh dengan
cemas. “Why should I eat that kinda food even in a foreign country… I can eat
pizza in korea too…” ujar yunho. Aku berpikir sejenak. Benar juga… kalau aku
pergi ke eropa, tentu saja aku tidak ingin hanya makan di kfc ataupun mcd yang
sudah lazim dan banyak disini. “ooohh fine… im gonna text them then…” ujarku
akhirnya. Aku mengambil ponselku dan mulai mengetik pesan untuk eros. Kita
bertemu di tempat karaoke saja, karena yunho ingin makan sate ayam. ^^. Setelah
pesan terkirim akupun lalu mengajak yunho keluar mol dan mencari sate ayam
terdekat. This guy… terlihat begitu puas dan tersenyum seperti orang bodoh.
“ Of course I can sing well… itulah
sebabnya mereka mengajakku ke karaoke… I even have a group… sing and dance… ” yunho berbicara tanpa ragu
dan terlihat begitu percaya diri, sementara aku mengernyit memandangya seolah
cowok ini sudah gila. Really…?? This guy…?? dengan suaranya yang... ahh... aku malas membahasnya... Yea right... Kalau orang ini punya grup vocal, maka aku ini personil spice girls... “stop it…” ujarku pendek. Yunho
memandangku seraya tertawa kecil. Sepertinya dia menyadari keraguanku. “stop
what…??” ujarnya. Aku pun menyahut dengan cepat “stop talking like u can really
sing or something… that’s inappropriate…”, yunho tampak keberatan dan tertawa
datar “how can it be inappropriate…?? Claiming yourself can really sing is
inappropriate in ur country…?? What…?? Is it a crime to sing well here…??” ujar
cowok itu membela diri dan berusaha mempertahankan statement ‘I can sing well’
nya. “Im sorry… I shouldn’t say inappropriate… I mean… bragging, boasting, or
lying is not a good attitude… I really cant bear to laugh at it…”. Yunho tidak
menjawab. Sate ayam mulai disuguhkan di atas meja kami. Agaknya cowok jangkung
di hadapanku ini sudah tidak tertarik untuk berargumen. Dia mulai menikmati
makanannya dan tidak bersuara sedikitpun. “eh pink…” yunho kembali membuka
suara setelah makanannya hampir habis. “hmm…” aku menyahut pendek. “I will sing
something nice… If u feel touched then u shud make something nice for me…”
ujarnya lalu dengan senyum sok manisnya. Which I don’t like sometimes. “buatkan
apa…?” tanyaku lalu. Apa sih yang dia inginkan…?? 1000 bangau…?? “apa saja…
something to eat… yang enak2…” aku memandang yunho geli mendengar jawabannya
barusan. Aku…?? Membuat makanan…?? Apa dia sudah gila ingin makan sesuatu
buatanku… “just because my name is pink, doesn’t mean im a beautiful lady who
can cook well…” jawabku dengan cepat. Yunho seperti tidak perduli terus saja
menikmati makanannya. “lets try…” sahutnya lalu tanpa ragu. Ooohh fine…
***
Membuat 1000 bangau kertas adalah
hal yang… terlihat begitu mudah namun begitu melelahkan dan membosankan saat
benar – benar dilakukan. Ini akan jadi bangau ke-200. Aku melipat kertas
origami dengan semangat dan sedikit tidak sabar. “pink…” panggil cowok yang
sedari tadi duduk manis di hadapanku membantu melipat origami. Aku tidak
berniat sedikitpun untuk mengangkat wajahku dan melihatnya. “hmmm…” aku
menyahut sekenanya. “follow what I said…” ujar cowok itu lalu. Aku masih
berkonsentrasi ada origamiku dan kembali menyahut “hmm...”. Yunho terdengar
sedikit geli dan terkekeh kecil, “op….”
dia batal melanjutkan. Kembali terkekeh. “oppa…” ujarnya lalu. Tanpa kehilangan
konsentrasi pada origamiku akupun mengikutinya “oppa…” ujarku datar. Yunho
tertawa semakin keras. Kenapa dia mentertawakan dirinya sendiri…?? Apa dia
sedang membuat lelucon…?? Well, its not that funny, though. “say that again…”
kata yunho lagi, akupun mengulangi seperti yang disuruhnya. “neomu kiyowo…”
yunho menambahkan. “neomu kiyowo…” ulangku. Yunho semakin antusias terkeke2
sendiri. Who cares… “manhi chuayo…” terdengar suara yunho lagi. Aku mengulangi
kata2nya, dan cowok itu sepertinya puas tertawa. Tidak terdengar lagi suara
tawa kecilnya. Satu bangau lagi… Aku mengangkat wajahku dan memasukkan bangau
yang baru saja selesai kubuat ke dalam toples besar di atas meja di depanku.
Aku lalu menoleh pada yunho yang baru saja membuatku mengulangi kata2nya
seperti orang yang terkena hipnotis. Yunho tampak berusaha menahan tawanya.
What’s so funny…?? “are u making fun of me…??!” ujarku setelah mendapatkan
kembali kesadaranku. Yunho hanya menggeleng, senyum simpul masih melekat di
wajahnya. “what was that…?? What was I just said…?? Must be realy bad…” aku
berkata lagi dan menatap cowok itu dengan tatapan keberatan. I don’t really
care what it is actually… “no its not… that was… a realy good thing…” jawabnya.
Aku hanya mengangguk – anggukkan kepala lalu kembali berkonsentrasi membuat bangau
berikutnya. “btw what is it realy…??” yunho memasukkan bangau yang baru dia
selesaikan ke dalam toples, aku menghela nafas panjang dan berhenti melipat
origami “u know… our neighbor’s daughter who has cancer n spend her days a lot
in hospital… well, next week is her birthday… im planning to give these to her…
they might not bring a miracle… but I think ‘hope’ is important too, so I wish
this kinda thing will b able to bring up her spirit and hope…” aku menjelaskan
pada yunho. Senyuman simpul yang sedari tadi menempel di wajahnya kini
menghilang. Aahhh… he never knew… I love this expression of him. Seems so cool
n mature. Serious face fits him the most… “eotteokhajyo… neo ije neomu
kiyopta…” yunho kembali berkonsentrasi pada bangaunya seraya bergumam pelan.
***
What a crapppp !!! Lagi – lagi
harus bersabar menahan emosi karena kelakuan Jio. Seminggu yang lalu, bocah itu
sepakat akan menjemputku dan pergi bersama ke acara resepsi teman kami. Tentu
saja karena Jojo juga akan hadir dan pergi bersama Rei. Semuanya sudah direncanakan
sejak seminggu yang lalu !!! Kalaupun bocah itu memutuskan untuk membatalkan
pergi denganku, dia punya waktu 6 hari untuk itu. Bukannya malah memberitahuku
pada malam hari H setelah aku rapi dengan dandanan dan siap untuk pergi. Kalau
sudah begini…?? Apa aku harus berangkat sendiri…?? Hal yang paling tidak bisa
kuterima, alasan yang dipakainya kali ini adalah karena dia memutuskan untuk
pergi dengan pacar barunya. Such an as*h*le… aku bukannya marah karena cemburu…
BUKAN ITU !!! Tapi karena betapa tdk tahu etikanya orang ini membatalkan janji
begitu saja hanya beberapa menit sebelum acara. Iiiissh !!! Aku tidak akan
pergi…!!!!! Ooohhh my… Aku butuh air dingin… Buru2 aku membuka pintu kamar
dengan kasar sehingga terdengar suara keras pintu yang membentur dinding.
Adikku yang baru saja akan masuk terkejut dan terlihat sangat keberatan karena
aku membanting pintu kamarnya. “Apa2an sih pink…!!” ujarnya sedikit kesal. Ya
yaaa… Aku tau dia punya banyak peraturan tapi kali ini aku sedang tidak mood.
Aku berjalan cepat dengan menghentakkan kakiku menuju dapur. Dari expresiku
sepertinya semua orang tau aku sedang kesal. Aku bahkan bisa merasakan eros cs
tidak melepaskan pandangan mereka dariku hingga aku menghilang. Setelah
mengambil sebotol air dingin aku lalu berjalan kembali ke ruang tengah. “Kenapa
sih…?? Mana jemputanmu…??” Tanya eros saat aku melintas di hadapannya. Aku lalu
menghentikan langkahku dan memutuskan untuk duduk di ruang tv tdk jauh dari
tempat eros cs mengobrol. “sudah mati ditabrak kereta.” Jawabku kesal. Eros tdk
bertanya lagi, seertinya dia paham apa yg sedang terjadi. Tidak ada gunanya
berbicara dengan orang yang sedang emosi. “kau harus pergi menemaninya…”
terdengar suara pelan dari arah belakang tempat eros cs sedang berkumpul. Itu
suara yunho. Ooohh what a wise man... Tapi aku sudah tidak ingin pergi. “yeah
rite… why should I go…?? Males banget dtg ke resepsi mantan pacarku…” terdengar
lagi suara setengah berbisik. Kali ini eros. Aku tidak bisa menahan geli
mendengarnya. Benar juga… eros pernah berkencan dengan temanku ini. Hanya
bertahan 6 bulan. “Mau kutemani pergi…??” Kali ini terdengar agak besar. Sudah
pasti itu ditujukan untukku. Yunho. Aku membalikkan badan dan memaksakan
senyum. “No, thanks. Aku bisa muntah kalau sampai pergi dan bertemu mayat hidup
di pesta.” Jawabku lalu. “Sayang sekali… Kamu sudah cantik…” ujar yunho lagi.
Aku tersenyum lalu kembali membalikkan badan membelakangi mereka. Sepertinya
amarahku sudah sedikit mereda… “Eh pink… Ayo main basket dengan kami…” Ajak
eros lalu. Sekarang…?? tapi kenapa tiba2 ?? sepertinya mereka tidak ada rencana
untuk bermain basket. Ooohh eros… Kakakku yang baik hati… Pasti dia mengajakku
main agar aku berhenti kesal. Alright then… Lets play together. Aku baru akan
bangkit dari tempat dudukku untuk mengganti pakaian dan yunho tiba2 mendekat
dan duduk di sebelahku. “Tapi harus dengan dandanan seperti ini…” ujarnya. What
the… Aku harus berkeliaran di lapangan basket malam2 dengan tampilan badut
begini…??
***
I really think I kinda like
yunho… Yeah… Setelah melihat apa yang sudah dia lakukan hingga saat ini.
Sepertinya aku memang harus berdamai dan mulai bersikap ramah padanya. Kalau
dipikir – pikir memang… Dia bisa bersikap sangat dewasa kadang2… Ahh… I cant
even bear smiling setiap kali ingat saat kami bermain basket tadi. Dia
mengangkatku agar aku dapat melakukan dunk. kkkkk… That was cute… “What’s so
funny…?” Aku buru2 mengubah expresi wajahku begitu yunho muncul dan menyandarkan
sebelah bahunya di dinding. Omaigaat… How could he looked so cute… Muncul
dengan shirt lengan panjang, kacamata, dan memegang mug kesayanganku… Ooohh
plis… B cool pink… Calm down… “kenapa expresimu berubah setelah melihatku… Till
when r u planning to keep being that sarcastic to me…??” ujarnya seraya tertawa
kecil. Cowok itu lalu mendekat dan duduk di sebelahku, dia menunjukan telapak
tangannya, aku mengerutkan kening tidak mengerti. “mana makanan untukku…??”
ujarnya lalu. Aku masih tidak mengerti. “for empire state of mind…” tambahnya.
Aku langsung mengerti. Dia sedang menagih taruhan tadi siang. Yaahh…
unfortunately, for me, he can really sing. Meski awalnya dia ngotot ingin
menyanyikan lagu pop korea, dbsk or something… tapi setelah dia lelah mencari
dan lagu2 yang dia inginkan tidak tersedia di mesin karaoke, dia akhirnya
memutuskan untuk menyanyikan beberapa lagu dari Michael Jackson, and it’s good.
Yunho bahkan ikut menyanyi saat aku memilih lagu empire state of mind. Dia
menyanyikan bagian rapnya dengan sangat bagus. Secara tidak sadar aku bertepuk
tangan kegirangan dan melompat2 setelah berhasil menyelesaikan lagu dengan
sangat sempurna. Dan itu tandanya aku harus membuat sesuatu untuknya kan…??
That’s why… aku sudah membuat brownies coklat untuknya. Yang sekarang tersimpan
manis di dalam lemari es. “Oohh right… I made u some…” jawabku lalu buru2
berdiri dan menuju dapur. Aku mengambil brownies dan pisau lalu bergegas untuk kembali
menuju ruang TV. “Ouch…!!!” aku terhuyung mundur beberapa langkah menabrak seseorang
di pintu dapur. orang itu menangkap lenganku dengan cepat agar aku tidak
terjatuh. “Hahaa… u have to gain weight… terlalu ringan bisa membuatmu mudah
terjatuh…” Ujar cowok di hadapanku ini. Dia lalu melepaskan tanganku segera
setelah aku bisa berdiri dengan seimbang. What kind of man is he… bahkan tidak
bergerak saat seseorang menabraknya. “iiissh… why r u coming here…?? U should
just wait in the living room…” ujarku setengah kesal. Cowok itu hanya tertawa.
“well, people should eat at the dining room…” jawab cowok itu lalu beranjak
menuju meja makan di dekat dapur. Aku
mengikutinya. “besides… I don’t bring out this mug for no reason. Coffee would
b nice. Don’t u think…??” tambahnya lagi. Aku meletakkan brownies di hadapan
cowo itu dan mengambil mug dari tangannya. Man… Kalau saja orang lain yang
mengambil mug kesayanganku tanpa izin, aku pasti sudah meledak marah. But it’s
fine now… orang ini boleh memakainya. “kenapa kau meletakkan mug di dalam
kamar…??” Tanya yunho pada akhirnya. “bcuz its a special mug…” jawabku. Yunho
tampak memotong brownies di hadapannya. “really…?? Im sorry…”. “no, its fine…”
potongku cepat. Aku merasa dia akan menanyakan tentang mug ini jika tidak
cepat2 kupotong. “well then… this is serious tasty… but I was hoping for something
else like main course…”. Aku menatap yunho dengan ekspresi keberatan. “what…??
Im hungry…” tambahnya lagi. Aku meletakkan mug berisi kopi di hadapannya dan
ikut duduk di kursi. “what do u want me to cook… seriously… I think I need to
tell u this… im really not a good cook…” ujarku setengah merengek. Yunho
sepertinya tidak perduli. “something fast and tasty…” ujarnya. Aku berpikir
cepat. Hanya nasi goreng yang bisa terpikirkan olehku sekeras apapun aku
mencari makanan yang lebih mudah untuknya. “yea… you will regret it…!!” kataku malas
- malasan. Aku lalu dengan cepat membuat nasi goreng hijau sementara yunho
sepertinya tersenyum puas mengawasiku sambil menikmati brownies dan kopinya. “u
know what… Cewek itu keliatan cantik kalo lagi masak. Jadi kamu harus sering2
masak…” yunho tiba – tiba nyeletuk lalu kembali menyeruput kopinya. Yea rite.
Like I don’t know… Lagi – lagi berubah menjadi yunho yang garing. Orang macam
apa yang mengeluarkan kalimat itu di zaman sekarang ini…?? Semua orang tau itu
hanya sekedar kalimat basabasi dan teori kosong… “u don’t have to try to be
funny…” sahutku lalu. Yunho hanya mengedikkan bahunya.
***
Setelah menikmati nasi goreng hijau,
brownies, dan kopi. Yunho akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kami untuk
menonton dvd. Yang aku maksud dengan kami adalah aku, popcorn, pancake, dan
sebotol minuman bersoda. Aku memang sengaja mempersiapkan beberapa bekal untuk
teman menontonku malam ini, tapi tentu saja aku tidak menyangka akan mendapat
teman yang sesungguhnya untuk menonton dvd. Aku tidak biasa seperti ini.
Menonton dvd jauh lebih menyenangkan dilakukan sendiri. And why is this person
suddenly insist to join me… How annoying…!!! “what we have now…” Yunho
mengambil dvd2 yang sudah kupersiapkan, dia kemudian memilih – milih dan akhirnya
memberikan salah satunya padaku “what about this one…” ujarnya lagi. Aku
mengambil dvd yang ditawarkannya padaku. Step up. Of course… This is exactly my
number one list. Dengan sedikit kesal aku memasukkan kepingan dvd ke dalam dvd
player lalu mencari tempat ternyaman untuk menikmati tontonan malam ini. Yunho
duduk di lantai dan bersandar pada sofa sementara aku duduk di atas. Ooohh
crap…!!! Kenapa dia harus duduk di bawah…?? Kan dingin…!!! Dan aku tdk ingin
jadi anak kecil yang tidak sopan duduk di atas enak – enakan sementara org yg
lbh tua duduk di bawahku. “why don’t u have a seat here beside me…” kataku
lalu. Jelas aku malas duduk di bawah dan kedinginan. “It’s fine. I like it
here…” jawabnya. Whadda… Ugh…!! Aku beringsut turun ke bawah dengan enggan.
Betapa tidak pekanya orang ini… “I thought u wanna sit on sofa…” celetuk yunho
melihatku turun dan duduk di bawah. “I did…” sahutku pendek. “Then what bring u
down…??” tanyanya. Aku berusaha memaksakan senyum “karena kamu duduk di bawah
dear brother… Kamu lebih tua dari aku. Mana boleh aku duduk di atas dan kamu di
bawah…” jawabku dengan nada yang sedikit tidak wajar. “Really…?? Akhirnya kamu
mengakui kalau aku lebih tua… Well then… U should call me oppa now…” yunho
mencoba menunjukkan senyuman manisnya, but I don’t think it’s a good idea now…
Aku sedang kesal soalnya… “Kamu mau dipanggil oppa…?? What r u… a grandfather
now…??” tanyaku heran, bahkan mengalahkan rasa kesalku padanya. “Oppa means
older brother” cetusnya. Aku hanya mengangguk – angguk mendengar penjelasannya.
“Ohh well… I think the movie is about to start…” aku memutuskan mempertahankan
sarkasme-ku. Filmnya sudah lewat beberapa menit…
Obviously, Yunho is not a good
company for watching movie. Dia suka menambahkan komentar di beberapa scene
yang kami tonton. Seandainya ini film thriller aku pasti sudah kesal pada
manusia ini. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi kalau dia kadang2 melemparkan
komentar sperti ini. Tapi untungnya, ini adalah genre film yang tidak
membutuhkan konsentrasi tinggi. Jadi mengobrol sesekali, tidak jadi masalah.
Bahkan sepertinya dengan berat hati aku mengakui kalau atmosfir menonton kali
ini memang sedikit lebih baik. Rasa takjub itu bisa meningkat dua kali lipat
kalo ada temennya. Feelnya jadi lebih dapet aja… Terlebih lagi, yunho
sepertinya jenis manusia yang tergila – gila pada dance, sama seperti aku. Bisa
dilihat dari responnya pada setiap dance scene… Thank God kami sama – sama
menikmati acara menonton kali ini. “I can do that…” Yunho kembali berkomentar
dengan ekspresi yang susah dijelaskan dengan kata – kata. Mungkin ini ekspresi
yang biasa saja, tapi bagiku agak sedikit absurd. “u don’t have to try to be
funny…” sahutku lalu seraya berusaha menelan popcorn di dalam mulutku. “why
cant u believe me…” Yunho berbalik menghadapku. Dia lalu melanjutkan, “I said I
can sing well, u didn’t believe it. I said I can dance, u don’t buy it too... but in fact, I can really sing…
u admit it too…” ujar yunho panjang lebar. Aku mengambil gelas berisi soda ku
dan meneguknya tanpa menghiraukan kata – kata yunho. Yea right… whatever… “Let
me show u some…” ujar cowok itu lagi menambahkan. Dia lalu berdiri dan mulai
meniru gerakan – gerakan yang baru saja kami tonton bersama. WHATTT THE…. HELL
YEAH HE CAN REALLY DANCE…!!!!! Am I dreaming…?? He really is that good…!!!
Orang ini terlihat seperti dancer di dalam film step up… Omaigaatt, this is serious
trouble… Im gonna fall for him now… Ugh… “Ohh my… hes a dance machine…” gumamku
pelan seraya memperhatikan yunho dengan ekspresi seperti orang bodoh. Aku
bahkan tidak bisa menutup mulutku dan begitu terpesona… He’s soo good, dan
tingkat charmingnya sekarang sudah hampir mencapai 500%...!!!!! What am I
supposed to doo…….. I can’t stand to not fall for him noooww… Ughhh… “u can really popping… who r u…??”
tanyaku pada cowok di depanku yang masih asik menyombongkan skill dancenya ini…
“What r u doing…??” terdengar suara dari belakang tv. Aku menoleh mencari
sumber suara. Eros tengah berdiri di pintu masuk ruang tengah. Sepertinya dia
juga sedikit terkejut. Atau… tidak…? “I think im in love with ur sister…” sahut
yunho lalu pada eros seraya tertawa kecil. Umm sorry, what did he say…?
***
*antiklimaks*
“kamu mungkin pikir ini lucu dan
absurd. Tapi waktu kamu muncul tiba – tiba waktu itu dengan tampang baru bangun
tidur, aku merasa itu sangat manis, dan menit berikutnya tanpa sadar aku sudah
berpikir ‘aku pengen bangun setiap pagi dengan melihat kamu yang seperti ini
seumur hidupku…’. This might sound stupid, tapi memang begitu yang terjadi…
hahahaa… Aku merasa nggak seharusnya pikiran seperti itu muncul. Karena kamu
adik temanku, dan aku tidak boleh menumbuhkan obsesi yang seperti itu… Kalau aku
sampai jatuh cinta padamu, itu sama saja dengan menyakiti diriku sendiri. Dan
kalau sampai kamu jatuh cinta padaku, itu pasti akan menyakitimu. Semua orang
tahu apa masalahnya… Aku nggak boleh maksa kamu buat nunggu aku sekian lama.
Tapi sepertinya sekarang, aku harus mencoba ini… Aku harus meminta kamu untuk menunggu. Aku tau
peluang aku kecil banget disini. 8 tahun itu nggak sebentar. Siapa yang mau
nunggu aku selama itu… Tapi meskipun begitu, ini tetap harus dicoba kan…?? Jadi
sekarang…… Would u wait for me that long…?? And marry me 8 years from now…? ”
-end-
