Pages

Sabtu, 15 Desember 2012

Once Upon a Dream...


Ini maaf loh kalo ada yg geli atau merasa amit -amit baca postingan inii... This is definitely just for fun... Galau redictor...


Dua hari ini adalah hari yang ajaib buatku. Setelah dua lelaki datang dan akhirnya menginap di rumahku, suasana rumah jadi berbeda. Dua pria ini adalah teman kakakku. Yang satu, kami memanggilnya oreo, sahabat baik kakakku yang empat tahun lalu pindah ke jepang. Dan yang satu lagi, teman oreo yang satu tahun terakhir sering berkomunikasi dengan kakakku via dunia maya. Yaah, bukannya aku tidak suka. Tapi karena mereka berdua, aku terpaksa harus mengorbankan kamarku untuk dipakai oleh yunho, temannya oreo yang juga berteman dengan kakakku. This yunho… Untungnya, adalah seorang lelaki yang menawan. Pertama kali bertemu dengannya, aku terpaksa menunjukkan wajah yang sedikit tidak pantas. Beberapa saat aku memang menyesali diriku yang harus muncul di hadapan yunho dalam keadaan baru bangun tidur. Sungguh kesan pertama yang memalukan. Tapi kemudian, setelah aku tahu ternyata yunho tidaklah se-charming tampilannya, aku memutuskan untuk “berhenti” malu menunjukkan wajahku lagi di depannya. Ada yang aneh dengan lelaki ini. Dia sepertinya suka namaku. Setiap kali ada kesempatan dia selalu memanggilku… “pink… pink… pink !!!”. Dan meskipun yunho yang terlihat charming ini punya sifat yang agak garing, sok sopan, sok pendiam, dan sedikit menyerupai anak kecil, tapi terkadang aku merasa… I kinda fall for him…
***
 “why cant I go with u…?? its not like I would bother u or something” aku melotot pada eros ketika dia menolak mentah2 aku yang ingin ikut dengannya ke mol. Kenapa pula aku tidak boleh ikut di mobilnya…?? Aku juga tidak berniat untuk menguntitnya sepanjang hari di mol. “we should take pink with us…” yunho buka suara, kakakku tidak pernah menolak kata2nya. Dan jadilah kami pergi bersama. Its quite good having yunho in ur life sometimes. Bisa membantu menjinakkan kakak yang terkadang menyebalkan. “Pink, ayo makan yang kau bilang tadi malam…” yunho menghentikan langkahnya dan menarik lenganku. Sementara eros dan oreo sudah dua meter di depan kami. Mereka terus berjalan tanpa menyadari kami yang sudah tidak lagi mengikuti mereka.  “ sekarang…?? tapi mereka bilang mau cari makan pizza…” jawabku cepat. Aku melihat eros dan oreo yang semakin jauh dengan cemas. “Why should I eat that kinda food even in a foreign country… I can eat pizza in korea too…” ujar yunho. Aku berpikir sejenak. Benar juga… kalau aku pergi ke eropa, tentu saja aku tidak ingin hanya makan di kfc ataupun mcd yang sudah lazim dan banyak disini. “ooohh fine… im gonna text them then…” ujarku akhirnya. Aku mengambil ponselku dan mulai mengetik pesan untuk eros. Kita bertemu di tempat karaoke saja, karena yunho ingin makan sate ayam. ^^. Setelah pesan terkirim akupun lalu mengajak yunho keluar mol dan mencari sate ayam terdekat. This guy… terlihat begitu puas dan tersenyum seperti orang bodoh.
“ Of course I can sing well… itulah sebabnya mereka mengajakku ke karaoke… I even have a group…  sing and dance… ” yunho berbicara tanpa ragu dan terlihat begitu percaya diri, sementara aku mengernyit memandangya seolah cowok ini sudah gila. Really…?? This guy…?? dengan suaranya yang... ahh... aku malas membahasnya... Yea right... Kalau orang ini punya grup vocal, maka aku ini personil spice girls... “stop it…” ujarku pendek. Yunho memandangku seraya tertawa kecil. Sepertinya dia menyadari keraguanku. “stop what…??” ujarnya. Aku pun menyahut dengan cepat “stop talking like u can really sing or something… that’s inappropriate…”, yunho tampak keberatan dan tertawa datar “how can it be inappropriate…?? Claiming yourself can really sing is inappropriate in ur country…?? What…?? Is it a crime to sing well here…??” ujar cowok itu membela diri dan berusaha mempertahankan statement ‘I can sing well’ nya. “Im sorry… I shouldn’t say inappropriate… I mean… bragging, boasting, or lying is not a good attitude… I really cant bear to laugh at it…”. Yunho tidak menjawab. Sate ayam mulai disuguhkan di atas meja kami. Agaknya cowok jangkung di hadapanku ini sudah tidak tertarik untuk berargumen. Dia mulai menikmati makanannya dan tidak bersuara sedikitpun. “eh pink…” yunho kembali membuka suara setelah makanannya hampir habis. “hmm…” aku menyahut pendek. “I will sing something nice… If u feel touched then u shud make something nice for me…” ujarnya lalu dengan senyum sok manisnya. Which I don’t like sometimes. “buatkan apa…?” tanyaku lalu. Apa sih yang dia inginkan…?? 1000 bangau…?? “apa saja… something to eat… yang enak2…” aku memandang yunho geli mendengar jawabannya barusan. Aku…?? Membuat makanan…?? Apa dia sudah gila ingin makan sesuatu buatanku… “just because my name is pink, doesn’t mean im a beautiful lady who can cook well…” jawabku dengan cepat. Yunho seperti tidak perduli terus saja menikmati makanannya. “lets try…” sahutnya lalu tanpa ragu. Ooohh fine…
***
Membuat 1000 bangau kertas adalah hal yang… terlihat begitu mudah namun begitu melelahkan dan membosankan saat benar – benar dilakukan. Ini akan jadi bangau ke-200. Aku melipat kertas origami dengan semangat dan sedikit tidak sabar. “pink…” panggil cowok yang sedari tadi duduk manis di hadapanku membantu melipat origami. Aku tidak berniat sedikitpun untuk mengangkat wajahku dan melihatnya. “hmmm…” aku menyahut sekenanya. “follow what I said…” ujar cowok itu lalu. Aku masih berkonsentrasi ada origamiku dan kembali menyahut “hmm...”. Yunho terdengar sedikit geli dan terkekeh kecil,  “op….” dia batal melanjutkan. Kembali terkekeh. “oppa…” ujarnya lalu. Tanpa kehilangan konsentrasi pada origamiku akupun mengikutinya “oppa…” ujarku datar. Yunho tertawa semakin keras. Kenapa dia mentertawakan dirinya sendiri…?? Apa dia sedang membuat lelucon…?? Well, its not that funny, though. “say that again…” kata yunho lagi, akupun mengulangi seperti yang disuruhnya. “neomu kiyowo…” yunho menambahkan. “neomu kiyowo…” ulangku. Yunho semakin antusias terkeke2 sendiri. Who cares… “manhi chuayo…” terdengar suara yunho lagi. Aku mengulangi kata2nya, dan cowok itu sepertinya puas tertawa. Tidak terdengar lagi suara tawa kecilnya. Satu bangau lagi… Aku mengangkat wajahku dan memasukkan bangau yang baru saja selesai kubuat ke dalam toples besar di atas meja di depanku. Aku lalu menoleh pada yunho yang baru saja membuatku mengulangi kata2nya seperti orang yang terkena hipnotis. Yunho tampak berusaha menahan tawanya. What’s so funny…?? “are u making fun of me…??!” ujarku setelah mendapatkan kembali kesadaranku. Yunho hanya menggeleng, senyum simpul masih melekat di wajahnya. “what was that…?? What was I just said…?? Must be realy bad…” aku berkata lagi dan menatap cowok itu dengan tatapan keberatan. I don’t really care what it is actually… “no its not… that was… a realy good thing…” jawabnya. Aku hanya mengangguk – anggukkan kepala lalu kembali berkonsentrasi membuat bangau berikutnya. “btw what is it realy…??” yunho memasukkan bangau yang baru dia selesaikan ke dalam toples, aku menghela nafas panjang dan berhenti melipat origami “u know… our neighbor’s daughter who has cancer n spend her days a lot in hospital… well, next week is her birthday… im planning to give these to her… they might not bring a miracle… but I think ‘hope’ is important too, so I wish this kinda thing will b able to bring up her spirit and hope…” aku menjelaskan pada yunho. Senyuman simpul yang sedari tadi menempel di wajahnya kini menghilang. Aahhh… he never knew… I love this expression of him. Seems so cool n mature. Serious face fits him the most… “eotteokhajyo… neo ije neomu kiyopta…” yunho kembali berkonsentrasi pada bangaunya seraya bergumam pelan.
***

What a crapppp !!! Lagi – lagi harus bersabar menahan emosi karena kelakuan Jio. Seminggu yang lalu, bocah itu sepakat akan menjemputku dan pergi bersama ke acara resepsi teman kami. Tentu saja karena Jojo juga akan hadir dan pergi bersama Rei. Semuanya sudah direncanakan sejak seminggu yang lalu !!! Kalaupun bocah itu memutuskan untuk membatalkan pergi denganku, dia punya waktu 6 hari untuk itu. Bukannya malah memberitahuku pada malam hari H setelah aku rapi dengan dandanan dan siap untuk pergi. Kalau sudah begini…?? Apa aku harus berangkat sendiri…?? Hal yang paling tidak bisa kuterima, alasan yang dipakainya kali ini adalah karena dia memutuskan untuk pergi dengan pacar barunya. Such an as*h*le… aku bukannya marah karena cemburu… BUKAN ITU !!! Tapi karena betapa tdk tahu etikanya orang ini membatalkan janji begitu saja hanya beberapa menit sebelum acara. Iiiissh !!! Aku tidak akan pergi…!!!!! Ooohhh my… Aku butuh air dingin… Buru2 aku membuka pintu kamar dengan kasar sehingga terdengar suara keras pintu yang membentur dinding. Adikku yang baru saja akan masuk terkejut dan terlihat sangat keberatan karena aku membanting pintu kamarnya. “Apa2an sih pink…!!” ujarnya sedikit kesal. Ya yaaa… Aku tau dia punya banyak peraturan tapi kali ini aku sedang tidak mood. Aku berjalan cepat dengan menghentakkan kakiku menuju dapur. Dari expresiku sepertinya semua orang tau aku sedang kesal. Aku bahkan bisa merasakan eros cs tidak melepaskan pandangan mereka dariku hingga aku menghilang. Setelah mengambil sebotol air dingin aku lalu berjalan kembali ke ruang tengah. “Kenapa sih…?? Mana jemputanmu…??” Tanya eros saat aku melintas di hadapannya. Aku lalu menghentikan langkahku dan memutuskan untuk duduk di ruang tv tdk jauh dari tempat eros cs mengobrol. “sudah mati ditabrak kereta.” Jawabku kesal. Eros tdk bertanya lagi, seertinya dia paham apa yg sedang terjadi. Tidak ada gunanya berbicara dengan orang yang sedang emosi. “kau harus pergi menemaninya…” terdengar suara pelan dari arah belakang tempat eros cs sedang berkumpul. Itu suara yunho. Ooohh what a wise man... Tapi aku sudah tidak ingin pergi. “yeah rite… why should I go…?? Males banget dtg ke resepsi mantan pacarku…” terdengar lagi suara setengah berbisik. Kali ini eros. Aku tidak bisa menahan geli mendengarnya. Benar juga… eros pernah berkencan dengan temanku ini. Hanya bertahan 6 bulan. “Mau kutemani pergi…??” Kali ini terdengar agak besar. Sudah pasti itu ditujukan untukku. Yunho. Aku membalikkan badan dan memaksakan senyum. “No, thanks. Aku bisa muntah kalau sampai pergi dan bertemu mayat hidup di pesta.” Jawabku lalu. “Sayang sekali… Kamu sudah cantik…” ujar yunho lagi. Aku tersenyum lalu kembali membalikkan badan membelakangi mereka. Sepertinya amarahku sudah sedikit mereda… “Eh pink… Ayo main basket dengan kami…” Ajak eros lalu. Sekarang…?? tapi kenapa tiba2 ?? sepertinya mereka tidak ada rencana untuk bermain basket. Ooohh eros… Kakakku yang baik hati… Pasti dia mengajakku main agar aku berhenti kesal. Alright then… Lets play together. Aku baru akan bangkit dari tempat dudukku untuk mengganti pakaian dan yunho tiba2 mendekat dan duduk di sebelahku. “Tapi harus dengan dandanan seperti ini…” ujarnya. What the… Aku harus berkeliaran di lapangan basket malam2 dengan tampilan badut begini…??
***
I really think I kinda like yunho… Yeah… Setelah melihat apa yang sudah dia lakukan hingga saat ini. Sepertinya aku memang harus berdamai dan mulai bersikap ramah padanya. Kalau dipikir – pikir memang… Dia bisa bersikap sangat dewasa kadang2… Ahh… I cant even bear smiling setiap kali ingat saat kami bermain basket tadi. Dia mengangkatku agar aku dapat melakukan dunk. kkkkk… That was cute… “What’s so funny…?” Aku buru2 mengubah expresi wajahku begitu yunho muncul dan menyandarkan sebelah bahunya di dinding. Omaigaat… How could he looked so cute… Muncul dengan shirt lengan panjang, kacamata, dan memegang mug kesayanganku… Ooohh plis… B cool pink… Calm down… “kenapa expresimu berubah setelah melihatku… Till when r u planning to keep being that sarcastic to me…??” ujarnya seraya tertawa kecil. Cowok itu lalu mendekat dan duduk di sebelahku, dia menunjukan telapak tangannya, aku mengerutkan kening tidak mengerti. “mana makanan untukku…??” ujarnya lalu. Aku masih tidak mengerti. “for empire state of mind…” tambahnya. Aku langsung mengerti. Dia sedang menagih taruhan tadi siang. Yaahh… unfortunately, for me, he can really sing. Meski awalnya dia ngotot ingin menyanyikan lagu pop korea, dbsk or something… tapi setelah dia lelah mencari dan lagu2 yang dia inginkan tidak tersedia di mesin karaoke, dia akhirnya memutuskan untuk menyanyikan beberapa lagu dari Michael Jackson, and it’s good. Yunho bahkan ikut menyanyi saat aku memilih lagu empire state of mind. Dia menyanyikan bagian rapnya dengan sangat bagus. Secara tidak sadar aku bertepuk tangan kegirangan dan melompat2 setelah berhasil menyelesaikan lagu dengan sangat sempurna. Dan itu tandanya aku harus membuat sesuatu untuknya kan…?? That’s why… aku sudah membuat brownies coklat untuknya. Yang sekarang tersimpan manis di dalam lemari es. “Oohh right… I made u some…” jawabku lalu buru2 berdiri dan menuju dapur. Aku mengambil brownies dan pisau lalu bergegas untuk kembali menuju ruang TV. “Ouch…!!!” aku terhuyung mundur beberapa langkah menabrak seseorang di pintu dapur. orang itu menangkap lenganku dengan cepat agar aku tidak terjatuh. “Hahaa… u have to gain weight… terlalu ringan bisa membuatmu mudah terjatuh…” Ujar cowok di hadapanku ini. Dia lalu melepaskan tanganku segera setelah aku bisa berdiri dengan seimbang. What kind of man is he… bahkan tidak bergerak saat seseorang menabraknya. “iiissh… why r u coming here…?? U should just wait in the living room…” ujarku setengah kesal. Cowok itu hanya tertawa. “well, people should eat at the dining room…” jawab cowok itu lalu beranjak menuju meja makan di dekat dapur.  Aku mengikutinya. “besides… I don’t bring out this mug for no reason. Coffee would b nice. Don’t u think…??” tambahnya lagi. Aku meletakkan brownies di hadapan cowo itu dan mengambil mug dari tangannya. Man… Kalau saja orang lain yang mengambil mug kesayanganku tanpa izin, aku pasti sudah meledak marah. But it’s fine now… orang ini boleh memakainya. “kenapa kau meletakkan mug di dalam kamar…??” Tanya yunho pada akhirnya. “bcuz its a special mug…” jawabku. Yunho tampak memotong brownies di hadapannya. “really…?? Im sorry…”. “no, its fine…” potongku cepat. Aku merasa dia akan menanyakan tentang mug ini jika tidak cepat2 kupotong. “well then… this is serious tasty… but I was hoping for something else like main course…”. Aku menatap yunho dengan ekspresi keberatan. “what…?? Im hungry…” tambahnya lagi. Aku meletakkan mug berisi kopi di hadapannya dan ikut duduk di kursi. “what do u want me to cook… seriously… I think I need to tell u this… im really not a good cook…” ujarku setengah merengek. Yunho sepertinya tidak perduli. “something fast and tasty…” ujarnya. Aku berpikir cepat. Hanya nasi goreng yang bisa terpikirkan olehku sekeras apapun aku mencari makanan yang lebih mudah untuknya. “yea… you will regret it…!!” kataku malas - malasan. Aku lalu dengan cepat membuat nasi goreng hijau sementara yunho sepertinya tersenyum puas mengawasiku sambil menikmati brownies dan kopinya. “u know what… Cewek itu keliatan cantik kalo lagi masak. Jadi kamu harus sering2 masak…” yunho tiba – tiba nyeletuk lalu kembali menyeruput kopinya. Yea rite. Like I don’t know… Lagi – lagi berubah menjadi yunho yang garing. Orang macam apa yang mengeluarkan kalimat itu di zaman sekarang ini…?? Semua orang tau itu hanya sekedar kalimat basabasi dan teori kosong… “u don’t have to try to be funny…” sahutku lalu. Yunho hanya mengedikkan bahunya.
***
Setelah menikmati nasi goreng hijau, brownies, dan kopi. Yunho akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kami untuk menonton dvd. Yang aku maksud dengan kami adalah aku, popcorn, pancake, dan sebotol minuman bersoda. Aku memang sengaja mempersiapkan beberapa bekal untuk teman menontonku malam ini, tapi tentu saja aku tidak menyangka akan mendapat teman yang sesungguhnya untuk menonton dvd. Aku tidak biasa seperti ini. Menonton dvd jauh lebih menyenangkan dilakukan sendiri. And why is this person suddenly insist to join me… How annoying…!!! “what we have now…” Yunho mengambil dvd2 yang sudah kupersiapkan, dia kemudian memilih – milih dan akhirnya memberikan salah satunya padaku “what about this one…” ujarnya lagi. Aku mengambil dvd yang ditawarkannya padaku. Step up. Of course… This is exactly my number one list. Dengan sedikit kesal aku memasukkan kepingan dvd ke dalam dvd player lalu mencari tempat ternyaman untuk menikmati tontonan malam ini. Yunho duduk di lantai dan bersandar pada sofa sementara aku duduk di atas. Ooohh crap…!!! Kenapa dia harus duduk di bawah…?? Kan dingin…!!! Dan aku tdk ingin jadi anak kecil yang tidak sopan duduk di atas enak – enakan sementara org yg lbh tua duduk di bawahku. “why don’t u have a seat here beside me…” kataku lalu. Jelas aku malas duduk di bawah dan kedinginan. “It’s fine. I like it here…” jawabnya. Whadda… Ugh…!! Aku beringsut turun ke bawah dengan enggan. Betapa tidak pekanya orang ini… “I thought u wanna sit on sofa…” celetuk yunho melihatku turun dan duduk di bawah. “I did…” sahutku pendek. “Then what bring u down…??” tanyanya. Aku berusaha memaksakan senyum “karena kamu duduk di bawah dear brother… Kamu lebih tua dari aku. Mana boleh aku duduk di atas dan kamu di bawah…” jawabku dengan nada yang sedikit tidak wajar. “Really…?? Akhirnya kamu mengakui kalau aku lebih tua… Well then… U should call me oppa now…” yunho mencoba menunjukkan senyuman manisnya, but I don’t think it’s a good idea now… Aku sedang kesal soalnya… “Kamu mau dipanggil oppa…?? What r u… a grandfather now…??” tanyaku heran, bahkan mengalahkan rasa kesalku padanya. “Oppa means older brother” cetusnya. Aku hanya mengangguk – angguk mendengar penjelasannya. “Ohh well… I think the movie is about to start…” aku memutuskan mempertahankan sarkasme-ku. Filmnya sudah lewat beberapa menit…
Obviously, Yunho is not a good company for watching movie. Dia suka menambahkan komentar di beberapa scene yang kami tonton. Seandainya ini film thriller aku pasti sudah kesal pada manusia ini. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi kalau dia kadang2 melemparkan komentar sperti ini. Tapi untungnya, ini adalah genre film yang tidak membutuhkan konsentrasi tinggi. Jadi mengobrol sesekali, tidak jadi masalah. Bahkan sepertinya dengan berat hati aku mengakui kalau atmosfir menonton kali ini memang sedikit lebih baik. Rasa takjub itu bisa meningkat dua kali lipat kalo ada temennya. Feelnya jadi lebih dapet aja… Terlebih lagi, yunho sepertinya jenis manusia yang tergila – gila pada dance, sama seperti aku. Bisa dilihat dari responnya pada setiap dance scene… Thank God kami sama – sama menikmati acara menonton kali ini. “I can do that…” Yunho kembali berkomentar dengan ekspresi yang susah dijelaskan dengan kata – kata. Mungkin ini ekspresi yang biasa saja, tapi bagiku agak sedikit absurd. “u don’t have to try to be funny…” sahutku lalu seraya berusaha menelan popcorn di dalam mulutku. “why cant u believe me…” Yunho berbalik menghadapku. Dia lalu melanjutkan, “I said I can sing well, u didn’t believe it. I said I can dance, u don’t  buy it too... but in fact, I can really sing… u admit it too…” ujar yunho panjang lebar. Aku mengambil gelas berisi soda ku dan meneguknya tanpa menghiraukan kata – kata yunho. Yea right… whatever… “Let me show u some…” ujar cowok itu lagi menambahkan. Dia lalu berdiri dan mulai meniru gerakan – gerakan yang baru saja kami tonton bersama. WHATTT THE…. HELL YEAH HE CAN REALLY DANCE…!!!!! Am I dreaming…?? He really is that good…!!! Orang ini terlihat seperti dancer di dalam film step up… Omaigaatt, this is serious trouble… Im gonna fall for him now… Ugh… “Ohh my… hes a dance machine…” gumamku pelan seraya memperhatikan yunho dengan ekspresi seperti orang bodoh. Aku bahkan tidak bisa menutup mulutku dan begitu terpesona… He’s soo good, dan tingkat charmingnya sekarang sudah hampir mencapai 500%...!!!!! What am I supposed to doo…….. I can’t stand to not fall for him noooww…  Ughhh… “u can really popping… who r u…??” tanyaku pada cowok di depanku yang masih asik menyombongkan skill dancenya ini… “What r u doing…??” terdengar suara dari belakang tv. Aku menoleh mencari sumber suara. Eros tengah berdiri di pintu masuk ruang tengah. Sepertinya dia juga sedikit terkejut. Atau… tidak…? “I think im in love with ur sister…” sahut yunho lalu pada eros seraya tertawa kecil. Umm sorry, what did he say…?
***
*antiklimaks*
“kamu mungkin pikir ini lucu dan absurd. Tapi waktu kamu muncul tiba – tiba waktu itu dengan tampang baru bangun tidur, aku merasa itu sangat manis, dan menit berikutnya tanpa sadar aku sudah berpikir ‘aku pengen bangun setiap pagi dengan melihat kamu yang seperti ini seumur hidupku…’. This might sound stupid, tapi memang begitu yang terjadi… hahahaa… Aku merasa nggak seharusnya pikiran seperti itu muncul. Karena kamu adik temanku, dan aku tidak boleh menumbuhkan obsesi yang seperti itu… Kalau aku sampai jatuh cinta padamu, itu sama saja dengan menyakiti diriku sendiri. Dan kalau sampai kamu jatuh cinta padaku, itu pasti akan menyakitimu. Semua orang tahu apa masalahnya… Aku nggak boleh maksa kamu buat nunggu aku sekian lama. Tapi sepertinya sekarang, aku harus mencoba ini…  Aku harus meminta kamu untuk menunggu. Aku tau peluang aku kecil banget disini. 8 tahun itu nggak sebentar. Siapa yang mau nunggu aku selama itu… Tapi meskipun begitu, ini tetap harus dicoba kan…?? Jadi sekarang…… Would u wait for me that long…?? And marry me 8 years from now…? ”
-end-

Rabu, 12 Desember 2012

Fun Award

Bismillahirrohmanirrohim...
Assalaamualaikum warohmatullohi wabarokatuh...
Pertama - tama, saya ucapkan terimakasih untuk K' At, QQ, dan Rany atas award yang luar biasa ini.
Jadi......... Postingan ini dibuat dalam rangka merespon award yang diberikan kepada saya oleh beberapa teman blogger yang lain. And this is waaaayyy hard... Why...??? Saya baru menyadari, menulis tentang diri saya sendiri ternyata nggak semudah yang saya pikirkan. I mean, it's almost 2 weeks... Butuh waktu seminggu lebih buat menyelesaikan postingan ini... Jujur aja, saya ini tipe orang yang nggak pasti banget... Mudah berubah - ubah soal selera dan lain lain. Jadi mungkin semakin ke bawah, postingan ini akan semakin absurd. Saya sendiri sedikit bingung untuk mendeskripsikan diri saya. Bisa dilihat dari kolom "About Me" yang ada di facebook, twitter, atau jejaring sosial manapun milik saya. Jarang sekali terisi, kalaupun ada seperinya sedikit tidak masuk akal.
Well, cukup untuk pembukaan... Mari kita bahas tentang LIEBSTER AWARD yang jadi alasan saya membuat postingan ini.

Liebster Award


Syarat dan Ketentuan :

1. Penerima award harus menuliskan 11 hal tentang dirinya.
2. Penerima award harus menjawab 11 pertanyaan dari pemberi award.
3. Menentukan 11 penerima award berikutnya.
4. Memberikan 11 pertanyaan untuk dijawab si penerima award berikutnya dan memberitahu kalau mereka dapat award.
5. Mengunjungi blog yang sudah diberi award dan penerima award tidak boleh memberi award kembali pada si pemberi award.

Nah, sekarang saya mulai yang pertama... Menuliskan 11 hal tentang saya...

11 hal tentang saya :
  1. Type B Girl dan lahir senin wage. You can find out what kind of girl I am with that two clues. Percaya nggak percaya…
  2. Seperti quote salah satu movie, tipe orang yang… “ tidak tahu apa yang dia inginkan, tapi tahu apa yang tidak dia inginkan…”
  3. Cenderung berubah – ubah. That’s why I barely know who I really am… Tapi, meskipun begitu, saya orang yang sedikit banyak mudah dibaca… :D
  4. Susah fokus dan susah mempertahankan konsentrasi.
  5. Suka music dan bahasa. Musik apa aja, dan bahasa apa aja… Ini sepertinya nggak perah berubah dari dulu.
  6. Nggak pernah tertarik sedikitpun untuk minum jus melon. I don’t know why… Bukan karena nggak suka melon. I enjoy the feeling of consuming melon. But i don't think i can enjoy the juice.
  7. Nggak suka sayur. Apalagi yang bunyinya kres2 gitu. Ooohh please no… Tapi sekarang lagi dalam tahap mencoba untuk makan sayur sedikit demi sedikit.
  8. Pengen punya perpustakaan pribadi yang... Ahh, ini panjang kalau harus dijelaskan secara detail.
  9. Selalu berharap bisa punya kakak, wich is impossible… Someone to relied on. Dalam bayangan saya… Kakak itu… Orang yang belain kita kalo kita dibulli, orang yang bisa menegur dan mencegah kita melakukan hal2 bodoh, orang yang kita datangi saat lagi patah hati… Seseorang seperti Portgas D. Ace… He’s my ideal type brother…
  10. Sukak banget fairytale. Yaah who doesn’t…
  11. Tipe orang yang susah move on, susah gaul, dan susah cantik. It's meh…

Sedikit membosankan...?? Sudah pasti... I''m so typical...
Berikutnya, menjawab pertanyaan - pertanyan dari para pemberi award ini yang level kesulitannya lebih - lebih dari psychotest... Dan terlebih lagi, sejak jaman SD, saya agak sedikit buruk dalam menjawab soal - soal essay yang ada perintah "jelaskan" atau "berikan alasannya ". *sigh

Pertanyaan dari pemberi award pertama, k' at tercinta..
  1. Q : Pernah nggak ngerasa kenal seseorang tapi sebenernya kamu belum pernah kenalan sama sekali?
    A : Merasa kenal…?? Mungkin bukan jenis kenal yang dua arah yaa, sekedar merasa mengenal sifat dan kepribadian orang tersebut. Seperti para member running man misalnya. Berasa seperti sudah mengenal dan bertemen dengan mereka yang pada kenyataannyya, ketemu aja nggak pernah… Mong~
  2. Q : Kalo seandainya kamu dikasi kesempatan buat keliling dunia, negara mana yang pertama kamu ingin kunjungi? Alasannya?
    A : Diluar dari perjalanan umroh dan haji yaa… Hmmm… Soal ini, sudah berubah – ubah sekian kali dalam kurun waktu beberapa tahun… Untuk saat ini…?? Australia. There are a lot Im dying to see there… Sebenernya pengen banget sii ke korea ato jepang. But I don’t think im ready now… hahahahaaa 
  3. Q : Pilih mana jeruk atau apel? Kenapa?
    A : Apel. Masalah selera aja sii… hehee
  4. Q : Seandainya kamu menderita sakit parah, kamu milihnya sakit apa? (^_^)v
    A : Boleh saya pass pertanyaan ini…?? Saya memilih untuk tidak berandai – andai. -__-“
  5. Q : Mawar, melati, anggrek, bunga matahari. Mana yang kamu pilih? Kenapa?
    A : I cant choose. This is serious. Enggg, have I mentioned about being seasonal and moody…?? Ada kalanya, saya jatuh cinta ngeliat mawar. Pernah juga, jatuh cinta liat anggrek warna biru di pameran bunga dulu. Saya suka wangi melati, dan sangat sangat berharap bisa punya banyak bunga matahari di halaman rumah. Sorry to disappoint u… J
  6. Q : Teman seperti apa yang paling bikin kamu sebel??
    A : Teman yang hobi bragging. Bisa dibedakan orang yang bragging buat bercanda sama yang niat banget.
  7. Q : Pilih mana, selingkuh atau diselingkuhi? :)
    A : Selingkuh. Mungkin suatu saat nanti, saat saya sudah lebih sober, jika pertanyaan ini diulang lagi maka jawaban saya akan berubah. But not now… I don’t think I can stand getting more pain now.
  8. Q : Andaikan kamu musti tinggal dan hidup tidak di kotamu sekarang, kota manakah di Indonesia yang ingin kamu tinggali? Alasannya??
    A : Jogja. I don’t know why, but it feels homey… Saya sii nggak pernah hidup di jogja… Dan bukannya mau sok homey juga… Dulu pernah tinggal di malang dan solo sebentar. It was nice… dan memang dua tempat itu nostalgic banget buat saya. But afterall, still I choose jogja.
  9. Q : Pernah berkhayal? Jika pernah, apa khayalan tergilamu?
    A : Khayalan tergila…?? Uknow akhirnya jadi muallaf n ngelamar saya... No comment abt it… Ahh dan satu lagi…Selalu berkhayal jadi Ratu Narnia. Bahkan bisa dibilang sedikit terobsesi...
  10. Q : Recorder, buku, tv, hape. Urutkan sesuai dengan yang paling kamu butuhkan dan jangan lupa berikan alasannya! :)
    A : Hape, Buku, TV, Recorder. Alasannya, karena factor kebutuhan dan kesukaan. J
  11. Q : Selama kamu belajar bahasa, bahasa apa yang paling susah kamu pelajari dan bahasa apa yang paling ingin kamu kuasai. Kenapa?
    A : Yang paling susah dipelajari buat saya… Prancis. Tulisan ama bacaannya kadang beda jauh. Apalagi itu kata bendanya punya gender segala. What the…. *cencored*.
    yang paling ingin dikuasai… Saya suka belajar bahasa, I even tried so hard to understand dwarf’s and elf’s. Tapi untuk saat ini sedang fokus ke bahasa korea. Dan jepang berada dalam urutan berikutnya. Ini diluar inggris dan arab yaa…
And then... Lanjut ke pertanyaan dari QQ
  1. Q : Pernah nggak kamu merasa kamu kesepian/sangat kesepian padahal banyak orang si sekitarmu (orang2 yang kamu kenal).
    A : Pernah banget. Saya ini bisa dibilang tipe orang yang moody, jadi kalau suasana hati saya tiba2 berubah dan tidak sesuai dengan kondisi dan situasi sekeliling, yaaa begitulah…
  2. Q : Pernah nggak kamu berfikir untuk membuat sesuatu yang menurutmu "WOW"... bermanfaat tidak hanya bagimu tapi juga orang banyak, jika iya apa...dan manfaatnya apa?
    A : Soal “berfikir” sepertinya saya sedikit expert yaa. Bukan dalam artian berpikir seperti detektif atau scientist. Tapi mikirin apa yg mesti dikerjakan (no action, think only). Dan sejauh yang teringat saat ini, sesuatu yang menurut saya bermanfaat itu… Pengen menghijaukan kembali… Mungkin terdengar norak, ndeso, ato nggak banget sii ini. Tapi emang saya sedikit resah tiap kali denger rencana pembangunan mol canggih ato sejenisnya. Well… Mall, hotel, or any super building r fine… Tapi gk ada salahnya juga kalo dsisipin hutan kota gt misalnya…
  3. Q : Apa keinginan terbesarmu yang menurutmu mustahil untuk tercapai...sebutkan apa, dan kenapa?
    A : Yang mustahil tercapai sii… Kembali ke masa lalu. I never regret what I have done, I just regret what I didn’t do.
  4. Q : Jika kamu dikasih kesempatan untuk memilih, mau pilih mana... pergi ke masa depan atau masa lalu... cantumkan alasan kenapa?
    A : Ke masa lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di narnia.
  5. Q : Jika kamu mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang lain, kamu pengen jadi siapa? kenapa beserta alasan.
    A : Definitely my father. Pengen tau rasanya jadi babe. Dan juga sepertinya sampe akhir usianya pun di dunia ini nggak ada yang bisa memahami bgmna cara berpikir babe. hahahaa
  6. Q : Siapa motivator, atau inspiratormu!! apa yang membuatmu terinspirasi atau termotivasi, cantumkan alasan.
    A : Motivator…?? Untuk saat ini, sepertinya... My parents.
    Babe ituu… hanya dengan memikirkannya bisa jadi motivasi yang besar buat saya. Dan tidak ada yang bisa mendorong saya untuk maju sampai hampir stress di dunia ini selain mamiku tercinta. I care a lot about what she think about me. Oke, im gonna stop here…
  7. Q : Kalau kamu dilanda stress atau galau yang tiada tara, sampai kamu merasa putus asa dan tak tahu harus berbuat apa...apa yang kerap kali kamu lakukan buat ngalahin perasaan itu. apakah cara itu lebih sering berhasil atau malah kadang kala gagal?
    A : Ahh stress… Sad but true, tapi akhir – akhir ini memang saya agak rentan stress. Jadi yaa yang saya lakukan saat sedang stress ituu…
    a.     Melakukan apa yang, saya menolak untuk lakukan dalam keadaan normal.
    b.  Nonton film atau baca buku yang muluk – muluk. Seperti teenage romance, atau cerita sejenisnya yang bisa menimbulkan perasaan bahagia. Yang seperti ini manjur untuk jenis galau tertentu.
    c.    Nangis di bawah shower. Ini biasanya ampuh buat saya. Jadi seger dan lega.
    d.  Terakhir. Ngaji yang lamaaaaa, sampe keluar ingusan dan akhirnya memutuskan untuk curhat sambil mewek – mewek ke Tuhan. Mungkin kesannya basabasi banget. Percaya nggak percaya ini ampuh kalo lagi sangat - sangat putus asa dan merasa belinang dosa... Salah satu cara mencegah kita agar tidak menyalahkan Tuhan.
  8. Q : Kita harus mensyukuri apa yang kita miliki, apakah kamu sudah tahu kelebihanmu apa? kalau iya, apa dan kenapa kamu menganggap itu kelebihanmu, kalau tidak kenapa kamu merasa kamu nggak punya kelebihan?
    A : Saya mensyukuri apa yang saya miliki. Harta benda, kesehatan, dan kesempurnaan jasmani (tidak cacat fisik). But I cant help hating myself sometimes, dalam konteks sifat, sikap, dan personality. Kelebihan…?? Selain kelebihan pipi, sepertinya belum ada yang lain. Kkk… Alasannya yaa… Kalo orang bertanya “apa yang bisa saya lakukan dengan baik…??” sejauh yang saya ingat, saya tidak bisa melakukan apapun dengan baik dan benar. so clumsy…
  9. Q : Tipe teman seperti apa yang membuatmu nyaman ? kenapa?
    A : Nggak ada tipe khusus… Sepanjang bisa nyambung, udah cukup membuat saya nyaman. Yang susah ituu… Mempertahankan rasa nyaman biar bisa awet… J
  10. Q : Kalau kamu berkesempatan mengulangi masa lalumu, memori apa yang ingin kamu ubah? alasannya?
    A : Ahh pertanyaan ini… Meskipun kadang berandai – andai “seandainya dulu nggak……….”, tapi saya nggak ada niat buat mengubah memori tertentu. Satu – satunya yang ingin saya ubah adalah sikap saya yang benar – benar buruk di masa lalu. Dan satu – satunya cara untuk menebusnya sepertinya dengan mengubah semua sifat buruk saya sebisa mungkin.
    I can tell from ur questions. Sepertinya kamu juga sama pengennya seperti saya buat kembali k masa lalu. Right ??
  11. Q : Terakhir, kita tidak mungkin bisa membalas budi orang tua kita, tapi apa pernah terbesit untuk memberikan ortu kita sesuatu? barang atau apa? sebutkan apa itu? serta alasan kenapa?
    A : ni pertanyaan yang paling susah yaa buat saya. For my mom… Thing I really want to give to her is happiness. Tapi sepertinya nggak ada barang tertentu yang bisa membahagiakan ibuk saya. Ini serius. Yang bisa bikin ibuk saya bahagia itu sepertinya melihat saya segera lulus, bisa mandiri, jadi wanita sholeha, menikah dengan pria baik – baik, dan berhasil sekolah sampe jadi professor. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, sepertinya expektasinya pun dipaksa untuk turun. Melihat saya lulus, jadi wanita sholeha dan mandiri. Its really that simple. But still HARD to do.
Pertanyaan terakhir... Dari ranran...
  1. Q : Menurutmu ngebolg itu apa sih? dan selama ngeblog, enak ga enaknya apa?
    A : Ngeblog ituu… mmm, is this some kinda test…?? Ujian blogger…??
  2. Q : Makanan, minuman yang disuka dan yang ga disuka apa? (boleh lebih dari satu.
    A : Yang saya suka ituuu… Tau nodame atau han ji eun kan…?? Nah, sedikit banyak saya seperti itu. Saya suka apa aja yang enak, selain sayur.
    yang nggak suka… Sayur. Terutama yang bunyinya kress kress gitu kalo dimakan. Dan masakan yang terlalu berasa bawangnya.
  3. Q : Apa cita-citamu dulu dan sekarang masih sama? kalau masih, apa itu? kalau beda, apa itu?
    A : Jelas beda. Dulu cita – cita saya pengen jadi astronot, presiden, lawyer, dan yang paaaaling besar adalah jadi professor. Sekarang… I don’t think I have one…
  4. Q : Lebih suka wisata pantai, gunung atau kuliner? kenapa?
    A : Oohh my… Did I mention…… well I think I did. Saya tipe orang yang suka keindahan alam dan penikmat kuliner. Another J
  5. Q : Jika boleh minta satu alat ajaib dari kantong Doraemon, mau pilih alat apa? kenapa?
    A : Minta dua aja gimana…?? Minta baling – baling bamboo dan pinjem mesin waktu. Karena bisa terbang itu menyenangkan...
  6. Q : Apa kejadian mengerikan saat masih kecil yang masih teringat?
    A : Hmmm… waktu kelas 2 SD dulu pernah nonton reog ponorogo. Tiba – tiba pemainnya nyamperin dari belakang dengan mata merah dan akhirnya sayapun kabur meninggalkan keluarga saya yang lain. –end-
  7. Q : Jika kamu sebagai karakter fiksi, karakter apa yang menggambarkan dirimu?
    A : butuh waktu cukup lama buat mikirin jawaban ini. I was about to say nodame or han ji eun, dalam konteks sifat jeleknya yaa… Tapi setelah saya pikir lagi… yang mendekati itu yaaa… Inget Koong di film suckseed kan…?? Nah !!! itu saya. Moody, bosenan, dan berubah – ubah. Kalau di dunia nyata. I choose hyoyeon. Dia pernah bilang kalau dia bukan tipe yang “kalau gagal, bangkit dan coba lagi”, and I was like… aaahh, that is so me… hahahaa
  8. Q : Suka dan tertarik dengan instrumen musik apa saja? dan yang bisa dimainkan apa saja?
    A : Banyak… Paling tertarik mungkin gitar dan piano. Pria yang menyanyi dengan gitar is the coolest guy ever, dan man with piano is the most romantic man ever… itu pendapat saya... Saya suka suara gitar dan piano. Ohh n harpa too. Kesannya fairytale banget… Tapi kalo yang bisa dimainkan sii… Recorder. Huahahahaa… mungkin itu dia satu – satunya yang bisa saya mainkan dengan baik.
  9. Q : Saat sendiri apa yang dipirkan dan dirindukan (sampai bikin galau mungkin)?
    A : Mikirin masa depan dunia akhirat. Dan merindukan babe.
  10. Q : Suka atau tertarik atau sedang belajar apa? alasannya?
    A : Yang sedang sii… Belajar gitar, bahasa asing, yoga, acting, koreografinya tvxq, lagu – lagunya cnblue, programming, networking, drawing, film editing, interior designing, ahh… maafkan jawaban saya yang semakin kesini semakin gk masuk akal. Efek kesadaran yang semakin memudar mungkin. Yang jelas sii belajar hidup dengan baik dan benar. JJJ
    Do we really need any reasons for it…??
  11. Q : Ketahuan bohong atau ketahuan kentut?
    A : Ketahuan bohong di depan pembohong dan ketahuan kentut di depan tukang kentut.
Dingdongdengdong... Mission complete...
Berikutnya adalah memilih penerima award selanjutnya... Bagi yang kena tag, jangan bersedih... Yang nggak kena tag, jangan bersedih jugaaa... Ahhh, seriously... what got into me... So lame...

Berikut adalah mbak mas yang kena tag... Karena pilihannya cuma sedikit, jadi mungkin listnya nggak bisa penuh...

1. Kk Amiko
2. Kk Vandes
3. Om Ayik
4. Forley
5. Nina
7. Om Emen
8. -
9. -
10. -
11. -

Dan Pertanyaannya... Sebagai berikut...
1. Romance atau petualangan fantasi ?
2. Rumah seperti apa yang kamu idamkan…?? Jika disuruh memilih rumah besar tanpa halaman atau kecil dengan halaman luas, mana yg akan kamu pilih…??
3. Kehidupan seperti apa yang ingin kamu jalani dan menurtmu ideal…??
4. Pernah merasa galau atau pikiran terganggu setalah nonton film atau baca buku…?? Apa dan kenapa (kalau pernah)…??
5. Punya obsesi gila…?? Tokoh, karakter, tempat, atau apapun… tell me about it…
6. Skill yang paling ingin dikuasai...??
7. Cerita atau moment dari film, buku, atau kisah nyata yang menurutmu paling romanticitu apa…?? dan yang paling tragis itu apa…??
8. Kamu adalah teman yang seperti apa…??
9. Gambaran masa tua yang kamu inginkan itu seperti apa…?? Bagaimana dan dimana… 
10. Anggaplah kamu sedang sleepover dengan teman2mu. Seandainya harus tidur berjajar. Kamu ingin tidur di dekat tembok, di tengah, atau paling luar yang lebih leluasa…??
11. Jika seandainya terjadi sesuatu dengan rumahmu, dan kamu hanya bisa menyelamatkan satu benda saja. Apa yang ingin kamu selamatkan…?? Kenapa…??

Wuaahh so long...
Silahkan dijawab jika berkenan... Selamat menikmatiiiiiii..... <3

Rabu, 31 Oktober 2012

INTRO

Apalagi namanya kalau bukan konyol…  Saat semua orang di dunia sepertinya tau bahwa mereka berdua saling suka tapi tidak ada yang mau mengaku satu sama lain tentang perasaan terpendam mereka. Apalagi kata tepat buat dua manusia ini…?? Di dunia ini ternyata ada dua orang yang cukup bodoh memilih untuk tetap menyimpan perasaan mereka selama bertahun – tahun padahal mereka sendiri pun sepertinya sudah saling merasa kalau mereka sama2 jatuh cinta. Begitulah yang terjadi antara revi dan jojo. Gesture, sikap, dan tatapan mata mereka jelas – jelas menunjukkan ketertarikan satu sama lain.  This girl, revita, adalah gadis super pintar dari jurusan arsitektur. Orang – orang memanggilnya rei, dan dia sangat – sangat menyukai nama itu. Dia merasa nama itu yang membangkitkan rasa percaya dirinya. Kenapa ?? well… sepertnya ada hubungannya dengan anime sailormoon. Karena itu, jangan harap rei akan merespon jika ada yang memanggilnya dengan sebutan lain. Tidak akan. Terkecuali, tentu saja, pada Jojo. Rei adalah tipe gadis yang… Lebih mengutamakan nilai kesehatan daripada rasa sebuah makanan. Dia lebih menyukai jenis – jenis film yang mengasah pikirannya daripada kisah romansa. Dan sedikit lebih tegas daripada cewek2 pada umumnya. Jika dia memutuskan untuk tidak setuju, maka dia akan berusaha bertahan untuk tidak setuju sampai akhir. Gadis seperti rei, yang begitu teguh pada pendiriannya, akhirnya memutuskan untuk bersikap lebih lunak pada seorang jojo. Laki – laki yang sepertinya jauh dari tipe lelaki idaman baginya. Rei selalu mengaku, bahwa tipe lelaki idealnya haruslah lebih pintar dan bijak darinya. Memiliki jiwa pemimpin, humoris (agak sedikit mengejutkan sifat ini muncul  dalam daftarnya), dan tentu saja pria yang dapat mengontrol dan berkuasa atas dirinya. Sementara Jojo adalah tipe lelaki yang… yaah, sebut saja basketman. Sejak SMA jojo adalah bintang basket di sekolahnya. Dia jelas tidak lebih pintar dari rei, jiwa kanak2nya sepertinya lebih dominan daripada jiwa seorang pemimpin yang dewasa, and there’s no way he would b able to b a man in charge. Jojo ini… Tipe manusia yang benar – benar menikmati masa mudanya. Bisa dibilang dia lumayan popular saat – saat jaman SMA dulu. Sikap dan pergaulannya pun sekitar – sekitar itu. Bukan berarti  dia cowok menyebalkan yang sok keren dan bullier seperti cowok – cowok populer di tv2.
Dan dua orang yang diam – diam kasmaran ini adalah temanku. Rei dan aku mulai berteman sejak awal masuk kuliah. Bukan karena kami satu jurusan. Tapi karena kami berada dalam organisasi pers yang sama. Dan Jojo… Hmmm… Bagaimana yaa menjelaskannya… Cowok ini teman dekatku. Aku dan jojo berteman sejak SD. Kami tidak bersekolah di SMP dan SMA yang sama. Di universitaspun kami tidak masuk jurusan yang sama. Tapi karena sejak kecil kami memang tumbuh bersama, jadi jojo sudah seperti saudara bagiku. Bahkan mamaku sudah menganggapnya sebagai anak laki2nya. It’s funny… Karena aku bukannya tidak punya saudara laki – laki… Aku punya seorang kakak laki – laki yang sempurna namun kehidupan cintanya jauh lebih menyedihkan daripada jojo. Sebagian orang mungkin akan berpikir, bahwa aku dan jojo pada akhirnya akan menjadi sepasang kekasih seperti pada cerita – cerita remaja. Tapi percayalah… Aku hanyalah story teller  disini. I’m definitely not the main actress of this love story… *lol*
Bisa dibilang, akulah yang memperkenalkan mereka berdua. Tidak secara langsung dan formal… perkenalan mereka berjalan begitu saja. Semakin lama, mereka semakin terbiasa dan menjadi akrab. Setiap kali jojo mengajakku pergi, dia tidak pernah lupa menyuruhku untuk membawa serta rei dalam pertemuan kami. Dan setiap kali rei mengajakku pergi… dia pun tidak lupa berkata “Menurutmu, kita harus ajak jojo nggak…??”. Dan sebagai teman yang sangat mengerti, aku akan menjawab “Pasti dong… kita harus ajak dia…”. Kemudian mereka akan bersikap seolah2 tidak ada apa2 antara mereka. Tapi setiap kali jojo bertemu teman wanitanya secara tidak sengaja, rei akan kehilangan moodnya sepanjang hari. Dia tidak bisa menerima lelucon apapun, dan wajahnya sama sekali tidak enak dilihat. Seperti orang sekarat yang memaksakan diri untuk tersenyum. Begitu juga jojo… Bersikeras bahwa dia dan rei hanya teman biasa, tapi caranya berinteraksi yang sok bermanners dan mati2an menutupi perasaan sukanya justru membuat semuanya jadi terlihat jelas. Idiot bener Jojo… Bayangkan betapa frustasinya aku karena sikap mereka berdua.
Ahh… Tentang kakak laki – lakiku… Dia adalah cerita lain… Satu tahun yang lalu, kekasihnya (pada saat itu) meninggalkannya dan menikah dengan laki – laki lain. Menyakitkan…?? Tentu saja… Tapi yang lebih menyedihkan lagi… Si wanita istri orang itu sepertinya memutuskan untuk mempunyai jadwal berkunjung rutin. Kehidupan rumah tangganya pastilah tidak sebahagia yang dia impikan dulu… Setiap kali bermasalah, dia datang kepada kakakku dan menangis… Kau pikir… Bagaimana seseorang bisa moveon dalam kasus seperti ini… Agaknya, sedikit wajar jika kakakku masih sulit untuk melupakan cinta lamanya dan berpindah ke level kehidupan cinta berikutnya…  Tentu saja aku ingin dia segera menemukan wanita lain dan hidup berbahagia… Tapi mana mungkin aku berani menasehatinya…?? Usianya 4 tahun diatasku. Apa masuk akal jika aku yang masih bau kencur ini member nasehat pada kakakku ?  Well, no thanks… I don’t even wanna think abt it… Biarlah dia menyelesaikan urusannya sendiri.
Nah, sekarang…  Apa perlu aku menceritakan juga soal orang yang satu ini…?? Namanya Jio… Cowok ini punya bakat alamiah membuat kesal orang lain. Dia adalah teman satu kampus Jojo… Ooh wait… They both have the same initial name…?? Well then… itu menjelaskan banyak hal. Tidak heran mereka berdua sama 2 bodoh… Tadi kubilang Jojo itu punya sifat kekanak2an…?? Nah, Jio lebih dari itu. Dia adalah manusia paling kekanak2an yg pernah aku kenal. Jika Jojo begitu bodoh memendam perasaannya pada Rei selama satu setengah tahun. Maka Jio agak sedikit berbeda. Cowok ini memang sedikit punya masalah mental dan kepribadian. Dari luar dia tampak begitu keren dan manly, sementara di dalam dia sedikit menyebalkan dan childish. Itulah kenapa aku bilang dia adalah manusia paling kekanak2an. Jio ini sepertinya tipe cowok yang lovable… Di dunia ini memang ada jenis orang seperti itu. Trust me. Kalau diperhatikan memang tidak ada yang istimewa dari dia. Tapi setelah bergaul beberapa saat, tidak sedikit cewek yg kemudian tertarik padanya. Itu jika dilihat dari luar. Cobalah berusaha untuk bergaul lebih dalam dengannya, mungkin kalian akan berakhir seperti aku, menemukan fakta yang mencengangkan tentang sifat menyebalkannya. Nah, ini bagian bodohnya. Jio, benar2 menyikapi masalah cinta ini dengan sangat – sangat tidak dewasa. Dia menerima cinta dari wanita berdasarkan mood. Saat moodnya sedang bagus, dia akan menjawab iya pada siapapun yang menyatakan cinta padanya. Parahnya, dia adalah orang yg moody. Moodnya dapat berubah dengan cepat. Jangan ditanya apa yg terjadi saat moodnya sedang jelek. Dimana letak pikiran anak ini…?? Otaknya terlalu dangkal untuk memikirkan hal seperti ini lebih dalam.
Meski aku, rei, jojo, dan jio ini berteman. Bukan berarti hubungan kami harmonis dan saling menyayangi. Tidak jarang aku meledak dan kesal pada jio. Hingga suatu saat, jojo akhirnya bilang kalau dia berpikir untuk menjodohkan aku dan jio. Hahh !!! Such an ironi… Apa aku tidak salah dengar…?? Jojo mencoba untuk menjodohkan aku…? Look at urself… Disaat dia sendiri begini menyedihkan… Mungkin inilah pertama kalinya aku dan Jio bisa tertawa dengan damai. Biasanya jika salah satu dari kami tertawa, itu berarti penderitaan untuk yang lain. Jujur saja, aku dan Jio sama2 tau soal hubungan malu2 mereka. Justru kamilah yang paling prihatin pada mereka. Meski begitu, kami memutuskan untuk tidak mengintervensi keduanya. Kami mungkin bersikap seperti tidak tahu apa2. Tapi sejujurnya, aku hampir meledak saking gemasnya.
Beberapa orang mungkin juga berpikir pasti ada sesuatu antara aku dan jio, atau mungkin menyangka setidaknya salah satu dari kami pasti jatuh cinta pada yg lain. Singkirkan jauh2 pikiran itu. Why would I date someone like him…?? Begitu juga Jio. Sepertinya dia jatuh cinta pada adikku. Menunjukkan sikap sok malu2 setiap kali berinteraksi dengan adikku. Whadda joke… why would I let her date a man like him…?? Adikku berhak mendapatkan cowok yang lebih baik dari dia.

*Inspired by animorphs* (again)

Kamis, 18 Oktober 2012

It's called Ironic

I always want to write about this...
Seringkali... Aku marah, kesal, dan merasa mama sangat - sangat tidak memahami aku, darah dagingnya sendiri yang harusnya bisa dia mengerti dan kenal dengan baik.
Seringkali... Aku misuh - misuh dalam hati tiap kali mama menegurku, atau memberi nasehat yang menurutku sangat menyebalkan. Tentang kebiasaan burukku, sifat jelekku, yang tentu saja aku tahu... "Mama nggak ngerti banget kalo aku juga lagi berusaha keras buat berubah...!!! nggak bisakah mama melihat usahaku ini...??" and some other similar thoughts.
Seringkali pula... Aku terlalu emosi dan menyalahkan mama untuk sesuatu, yang pada saat itu terjadi, aku yakin akulah yang benar. Yang kemudian akan aku sesali, hanya di dalam hati.
Tapi kemudian, aku mulai mengalami hal - hal serupa dalam sudut pandang yang berbeda. Apa yang telah aku lakukan pada mama, hal yang sama juga terjadi padaku. And i realize, sepertinya beginilah cara Tuhan memberitahuku bahwa 'aku memang salah'. Aku kesal setiap kali mama marah padaku dan menganggap mama benar - benar tidak bisa memahamiku, tapi setelah hal yang sama terjadi padaku, aku merasa 'marah' adalah sikap dan respon yang wajar...
And I will always remember what my daddy told me in the past... "Hati - hati kalo marah ato kesal karena sikap orang lain. Bisa jadi cerminan dari diri kita. Kalo kita marah krna sikap orang ke kita, biasanya karena kita sendiri juga begitu.". And this thought was absolutely absurd for me that time. Bagaimana bisa ?? Jadi kalo kita marah karena diperlakukan tidak baik, itu artinya kita juga pernah memperlakukan orang dng tidak baik...?? Rasa - rasanya semua orang pasti kesal kalau diperlakukan tidak baik, bukan begitu ??
But, as time goes by... Sepertinya kata - kata babe ada benarnya...
So, now... Kalau ada yang berpikir aku berubah menjadi anak manis yang patuh pada mama, sayangnya itu belum terjadi untuk saat ini... But at least, aku mulai berusaha mengontrol emosi dan pikiranku setiap kali merasa kesal pada mama. Aku berusaha untuk tidak langsung bereaksi ataupun menyimpan dendam (read : ngambek) pada mama. Ada baiknya menenangkan diri, mengambil beberapa langkah ke belakang memposisikan diri sebagai penonton, dan mulai berpikir dari sudut pandang kedua pihak. Sukur - sukur setelahnya bisa introspeksi diri dan memperbaiki sikap. Meski tentu ajaaa... Hal macam begini tidak semudah yang kita pikirkan. But lets try...
Mengutip kata - kata marco pada novel animorphs...
Dari dulu aku percaya bahwa sampai batas tertentu kau sendirilah yang memutuskan kau ingin hidupmu seperti apa. Kau bisa memandang dunia dan berkata, "Oh, semuanya begitu tragis, begitu suram, begitu mengerikan." Atau kau bisa memandang duia dan memutuskan bahwa sebagian besar ternyata lucu.
Jika kau melangkah mundur cukup jauh dari hal - hal sepele, segalanya bisa jadi lucu. Kau bilang, mengerikan ya pemanasan bumi ? Menurutku, tidak, itu lucu. Kita akan mengalami pemanasan bumi karena memasang terlalu banyak AC bocor ? Kita menggunakan terlalu banyak deodora semprot, jadi sekarang ganjarannya kita akan berkeringat seumur hidup ? Itu tidak menyedihkan. Itu Ironis.
Begitulah... Aku suka kata - kata di bagian ini sejak pertama kali aku baca novel ini. Tapi tidak BENAR -BENAR tau betapa BENARNYA ini hingga semuanya BENAR - BENAR terjadi dalam hidupku dan membuatku menyadari... "Oh... Ternyata marco ada BENARNYA...". ~.~
How'd u think...??

Selasa, 16 Oktober 2012

Draft

Dear daddy...
Inget suatu kali dulu kau pernah bilang akan mengajakku ke warjack...??
Aku ingat...!! Saat itu kau bercerita dengan begitu antusias tentang perkumpulan para musisi di sebuah warung pojok yang rutin mengadakan acara "sekedar perform" setiap selasa malam... "Just bring it on what u got", kira - kira begitulah translate simple dari ceritamu... Of course i was looking forward to it... Menghabiskan waktu denganmu as father and daughter is one of my favorite thing... I Love our father n daughter time...
Well, I just wanna tell that i've finally come to that place... See, the debt's paid... :)
Menikmati musik yang menyenangkan dalam suasana yang sederhana seperti ini tentu saja membuatku membayangkan dirimu... Jadi seperti inilah yang kau lihat dan nikmati dulu... Suasana seperti ini memang selalu cocok untukmu... Hhhhhh... Ada begitu banyak "andai" yang seharusnya tidak boleh terpikirkan... Manusia memang sebaiknya tidak berandai - andai bukan ??
At the end, I just wanna say that i was enjoying the show... Perhaps, Im gonna come again when i have time... xoxoxo

With Love,
the eldest.

Minggu, 02 September 2012

I Got a Fever


Beberapa hari terakhir buat gue adalah hari2 tragis dan dramatis… Tidur pagi, mengurung diri dalam kamar seharian, dan menutup diri dari kehidupan luar. Tergila – gila dan meratapi nasib. Tertekan dengan kehidupan antisocial seperti ini sudah pasti, tetapi untuk keluar dan menjalani kehidupan normal rasanya agak sulit saat ini. Well… Let me make it short n simple… I AM IN LOVE.
This is not even a normal Love. Love yang gue maksud disini adalah perasaan yang dengan semena – mena muncul setelah menonton drama korea yang begitu… So typical. Nothing special. Manusia seusia gue harusnya udah melewati masa tergila – gila ini. This is just for teenagers… I shouldn’t have this feeling… Im not a teeager anymore. Dan ini sudah terjadi hampir 2 minggu !! Sejak nonton drama korea Heartstring, gue seperti tersihir dan jatuh cinta pada mas – mas yang jadi pemeran utama di serial itu. Yang bahkan gue nggak tau siapa namanya. Satu – satunya informasi yang gue tau, mas ini personil dari band korea CNBLUE. And wow !!! Ini baru pertama kalinya gue denger nama band itu. I don’t bother to find out what his name is… I just care to see him in the movie over and over again. Dan akhirnya gue terjebak untuk terus berada di dalam kamar mengulang – ulang drama terkutuk ini sambil meratapi diri dan menikmati perasaan yang menyiksa ini. Mama sepertinya tahu ada yang nggak beres pada diri anaknya. Ntah dari mana asalnya pengetahuan itu. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk memanggil temen gue untuk datang memeriksa apa gue baik – baik saja di dalam kamar atau tidak.
“ OMG mistiii !!! Apa – apaan sii lo…?!! “ Dena. Gadis ini adalah oknum yang telah berbaik hati meminjamkan DVD Heartsrting ke gue. Dan sekarang dia memekik seperti ini seolah – olah gue udah berubah drastis menjadi monster.
“ Loe liat deh tampang loe di kaca. Kusem, kering, mata item berkantung… Berantakan mis…!!! “
Gue tersenyum seadanya tanpa menjawab. Dena terlihat kesal.
“Tante bilang loe jarang keluar dari kamar. Bahkan makan pun mungkin nggak. Plis deh jng lebay !!”
Kembali gue tersenyum seadanya.
“ I cant bear it” Gue menyahut pelan. Dena menatap prihatin. Merasa kasihan…?? Mungkin saja.
“Mis. Plis deh… You keep texting me every hour just to talk abt si jung yong hwa ini…Gue aja yang pecinta korea nggak segininya juga… Kenapa skr elo, yang nggak hobi ama boyband korea, tiba – tiba aja kayak orang kesambet ginii…?? Coba, udah berapa kali lo ngulang2 nonton ini, hah?? ”
Gue mulai menghitung – hitung dalam hati…
“ 3 ato 4 kali mungkin…” jawab gue datar
“ untuk drama korea 15 episode… its kinda too much…” Dena menanggapi, dan gue sambung
“ Belum termasuk mengulang - ulang adegan favorit gue…” Dan dena otomatis menunjukkan expresi keberatannya. Makes me feel worse…!!!  Jelas gue ngerasa ini berlebihan. But I cant bear it…  Gue jatuh cinta ama si mas vocalis CNBLUE ini dan mulai meratap memikirkan betapa nggak mungkinnya mas ini bakal jatuh cinta ke gue… And it’s frustating…!!!
“What is so great abt this man…” Dena bergumam pelan. Dan gue pun mulai berbicara merajuk.
“ Deeenn… Gue jatuh cinta seketika waktu liat dia nyanyi pertama kali…” Gue ulangi sekali lagi. It’s frustating !!!
“ I don’t know why I always fall for a man like him…!!!” Gue menyahut setengah berteriak, terdengar begitu frustasi dan menyedihkan.
“ Would u please stop it…??!!! Go find ur own man out there…!!!” Dena balas berteriak. Jelas dia sudah kehabisan kesabaran.
“ God !! Im so sorry for making u like this…” ujarnya kemudian. Gue memperlihatkan tatapan menghiba. Bagaimana mungkin sii gue bisa nyari laki – laki lain sementara hati gue lagi kebat – kebit kayak gini deeen…
“ Sorry for making me like what ??” Seharusnya dena bisa jadi temen curhat buat gue. Di saat – saat seperti ini harusnya dia yang paling ngerti. Secara dia juga pecinta mas – mas korea…
Dena melepas cermin kecil yang sebelumnya menempel di tembok dan menghadapkannya tepat di depan gue
“ Like this !!!” seru Dena, gue mulai memperhatikan refleksi diri gue di cermin. I really am like a zombie… Kusem, mata item, kurus… And so on…
“ Oohhhh I have to get out… Before its too late…” Gue bergumam pelan. Dena mengiyakan dengan expresi puasnya. Wajahnya mulai sumringah. Sepertinya sudah ada ribuan rencana dalam otaknya.
“ I cant…” dan gue kembali kehilangan semangat. “ u knw den… Gue tau ini nggak baik… Nggak bener banget… Dan gue sadar gue harus cepet2 keluar dari situasi n keadaan macem ini… But I just dnt hv the strength… Somebody gotta pull me out of here…” lanjut gue lagi. Dena memandangiku dengan tatapan heran bercampur simpati.
“ seriously…?? Is it that bad…??” tanyanya tak percaya. Gue mengangguk lemah, memperlihatkan ekspresi patah hati.
“ Haaaahhh I think im being obsessed… I like this man… I like his voice, I like the way he moves, I like the way he cry and talk… I even like this movie’s life… This is realy annoying… I keep loving n thinking abt this man, and what makes it worst is because I realize that there’s no way he can love me back… he doesn’t even know that im exist in this world…” gue mulai mengoceh panjang lebar… Dena menatap dengan expresi ketakutan  seolah – olah gue manusia baru gila.
“ I’ll find someone to pull u out…” ujarnya lalu dengan nada serius.
***

Rabu, 25 Juli 2012

Blue Blue Birthday


Aku mungkin berada pada puncak rindu… tidak berlebihan jika aku katakan aku menulis ini dengan berurai air mata… merindukan mereka yang telah pergi… ini bulan ramadhan dan hari ini masih ulang tahunku. July, 25th. Satu tahun ini, mungkin merupakan tahun terberatku selama 24 tahun masa hidupku. Begitu banyak aku kehilangan dan mendapat pelajaran. Aku kehilangan eyang, kehilangan teman, kehilangan bapak… dan bahkan bertanya – tanya tentang apa yang sebenarnya sedang aku lakukan sekarang…?? Apa ini takdir…?? Aku tidak ingin mengeluh lebih banyak lagi secara detail tentang 1 tahun terakhir ini. Cukup aku katakan bahwa tahun ini begitu banyak PR untukku. Pasti akan kubagi jika sudah mendapat pencerahan. J

Pagi tadi aku mendapat kado dari Tuhan. Aku bermimpi… Bapak masih hidup. Aku seperti anak yang baru bertemu dengan ayahnya setelah sekian lama terpisah. Dalam mimpi itu, aku menyampaikan kepada bapak berita bahagia yang seharusnya bisa didengarnya dari aku selama beliau masih ada di dunia ini, dan bapak tersenyum sumringah. Lalu memelukku bahagia. Bukan main perasaanku dalam mimpi itu… Mungkin beginilah rasanya jika mahluk hina ditawari masuk setelah kepalang tanggung berdiri di depan pintu surga. Dan kemudian aku terbangun, kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa bapak tercinta sudah tidak ada lagi di dunia ini. Sungguh aku tak bisa menggambarkan perasaanku saat itu. Aku lupa hari ini hari ulang tahunku. Kenapa pula harus diingat…?? Menghadirkan begitu banyak pikiran negatif dan sendu. Sudah 125 hari sejak kepergian bapak, dan aku masih seperti aku yang dulu. Hanya saja ada air mata yang rutin mengalir setiap senja. Aku mulai merasa tidak berguna. Aku rindu… Rindu sekali, Tuhan… Sekarang sudah tidak bisa bertemu. Setelah matipun belum tentu akan bertemu. Apa masih mungkin ada kesempatan bisa berkumpul lagi di surga…??? Ahh… Sudah mencapai usia segini, pikiran masih seperti anak kecil…  Kelakuan pun tidak lebih baik. Beberapa jam yang lalu aku masih berpikir bahwa rindu ini tidak akan mungkin terobati. Lalu kemudian aku merasa begitu berdosa dan telah meragukan Tuhanku.

Biar Tuhan yang mengobati rasa rinduku…

Rabu, 25 April 2012

Life is Like..........

Ada banyak hal yang berubah sejak bapak pergi...

Aku berusaha menjadi seperti apa yang dia mau...
Aku berusaha untuk selalu akur dengan adikku
Aku berusaha untuk menuruti segala kata - kata mama
Aku berusaha untuk menjadi orang yang peka
Aku berusaha untuk selalu bersikap ramah pada setiap orang
Aku berusaha untuk memperbaiki semua sifat burukku
Aku berusaha untuk melihat segala sesuatunya dari berbagai sisi
Aku berusaha untuk mempertahankan silaturrahim yang sudah dibangunnya selama ini
Aku berusaha untuk menjaga agar dia tetap hidup di dalam hatiku...

Hatiku hancur Tuhan...
Karena tidak sempat memeluknya dengan sayang...
Karena tidak sempat bercanda tawa dengannya...
Karena tidak sempat membahagiakannya...
Karena tidak sempat menunjukkan padanya bahwa dibalik semua perlawananku di depannya, aku berusaha untuk menuruti semua nasihatnya di belakangnya...

Ada yang hilang...
Aku kehilangan teman berbagi
Aku kehilangan teman berdiskusi
Aku kehilangan guruku
Aku kehilangan pelindungku
Aku kehilangan tujuan hidup
Aku bahkan kehilangan rasa aman dalam hidupku...

Rasa tak percaya itu masih ada...
Berharap bisa segera bangun dari mimpi yang panjang ini dan memeluknya erat - erat...

Aku tertawa... Aku tersenyum...
Tapi, air mataku juga tetap mengalir setiap kali ingat dia...

Aku tau...
Aku harus bisa ikhlas menerima semua ini...
Sungguh... Aku rela...
Tapi siapa yang bisa mencegah perasaan seperti ini, yang datang begitu saja tanpa direncakan...??

Tuhan...
Aku sudah tidak bisa memeluknya lagi...
Titip peluk dan cium sayang buat bapak yaa Allah...

Rabu, 11 April 2012

Setelah Dia Pergi


Aku dan bapak seringkali tidak akur. Setiap kali dia menasehatiku, aku selalu menyahut. Tapi meski begitu, aku selalu sayang dia.
Aku dan bapak lebih sering berbeda pendapat. Setiap kali dia menjelaskan sesuatu, aku selalu mendebatnya. Meski begitu, aku tetap sayang dia.
Selama hidupnya dia berusaha mengajariku banyak hal, sementara aku selalu saja acuh tak acuh dengan semua yang dikatakannya. Bapak berusaha menjelaskan banyak hal tentang apa yang tengah dikerjakannya, tapi aku tidak pernah benar – benar mendengarkan. Mungkin, di dunia ini, akulah manusia yang paling enggan mendengar semua penjelasannya. Aku yang paling meragukan dan meremehkannya. Aku kesal, karena bapak begitu sibuk mengurusi hal – hal yang kuanggap berlebihan. Aku keberatan kalau setiap kali bapak harus bepergian jauh sendirian. Aku khawatir…
Aku selalu ingat tiap kali bapak meminta tolong… “ Tolong dong ma… Installin computer depan…” “ Tolong dong ma… Bersihin Flashdisk bapak…” “Tolong dong ma… Cepetan selesai… mumpung bapak masih hidup...”. aku selalu menggampangkan… selalu menunda… sampai akhirnya bapak harus meminta tolong berkali – kali. Tidak jarang aku hanya menjawab “ iya ntar… “. Dan apa balasan bapak stlh aku menjawab seperti itu ?? “tolong yaa maa…”. There’s a simple joy in his voice… Ada pengharapan dan rasa terimakasih yang terbersit dari nada bicaranya… Bapak tdk pernah marah… Hingga akhirnya, bapak pergi untuk selamanya… Terlalu banyak permintaannya yang belum sempat kupenuhi. Dan terlalu banyak rencana – rencanaku yang belum sempat terlaksana. Ini seperti mimpi... Rasanya mustahil bapak meninggal begitu cepat. Apa aku melewatkan isyarat – isyarat terakhir yang diberikan bapak sebelum pergi ?? Setiap kali bapak bilang “bapak mungkin udah nggak sempat…” aku selalu menganggap itu sekedar kata – kata gurauan. What hurt the most… is when I remember… Bapak selalu berusaha membuat aku bangga padanya Sementara aku tidak pernah melakukan hal yang sama untuknya… Dan ironisnya, aku baru bisa melihat perjuangannya dan merasa begitu bangga padanya justru setelah dia pergi… Aku terlalu buta…
Sekarang aku sadar… Semua yang bapak bilang memang benar… Semua yang dia kerjakan bukan hal yang sia – sia dan mustahil untuk diwujudkan. My dad was a great architect… He used to plan a building… Aku selalu bertanya kenapa dia akhirnya keluar dari jalur arsiteknya. Aku terlalu picik dan berpikiran sempit. Sekarang aku tau jawabannya. Dia tidak pernah keluar jalur. Dia berhenti merancang bangunan dan beralih merancang sesuatu yang lebih besar. Dia merancang konsep yang sesuai untuk masyarakat. Aku ingat, bapak selalu bilang, jika program lumbung ini sukses, kita tidak akan kelaparan dan impor beras lagi. Kita bakal bisa mencukupi kebutuhan beras kita. Dan seperti itulah bapak. Bertahun – tahun berusaha menyambung silaturrahmi dan membangun persaudaraan dengan datang ke desa – desa demi mensukseskan program yang telah dirancangnya dengan begitu teliti. Aku Menyesal… Ada banyak hal yang bapak rencanakan untuk komunitas lumbung ini. Dia membuat begitu banyak konsep dan menyusun filosofi – filosofi yang akhirnya dia tanamkan pada pikiran setiap orang yang ditemuinya. Dia merencanakan ini semua selama bertahun - tahun. Seperti program terakhir yang dirancangnya. Bapak berkali – kali mengatakan padaku, jika program ini bisa berjalan dengan sukses, kita tidak perlu lagi mengemis bantuan dana dari pemerintah. Aku selalu menganggap bapak terlalu banyak bicara tanpa pernah berusaha untuk melakukan sesuatu. Aku salah… Bagaimana bisa aku meragukannya seperti itu. Sementara hasil “karya” nya bukannya tidak ada yang terlihat. Bapak bercerita tentang apa yang dulu dilakukannya semasa muda. Dia ingin aku belajar. Dan terlebih lagi, dia ingin mengajarkanku untuk tidak terikat dengan uang. Salah satu hasil karyanya yang aku saksikan secara langsung ?? TBBAI... Awalnya, TK kami mungkin terlihat seperti TK dadakan. Semua anak boleh ikut bermain dan belajar disana tanpa harus mendaftar. Semua anak boleh memutuskan untuk tetap masuk sekolah atau tidak. TK kami tumbuh perlahan – lahan. Bapak mulai membangun sarana bermain untuk kami, hingga akhirnya sekarang sudah terbentuk yayasan yang resmi untuk menangani TK. Bapak tidak pernah mau ikut andil dalam yayasan. Setelah semuanya terbentuk, dia beralih merancang program yang lain. Ada banyak yang hal yang pernah dikerjakannya. Hanya saja, rancangannya kali ini  tidaklah semudah konsep – konsep sebelumnya. Butuh waktu bertahun – tahun, belasan tahun, atau bahkan puluhan. Tapi dia tidak jalan di tempat. Dia tidak hanya bicara. Dia mengumpulkan masyarakat yang akan menjadi sasaran program yang dirancangnya dengan berkeliling ke seluruh Lombok. Dia melakukannya dengan ikhlas dan penuh semangat. Aku yang terlalu buta untuk melihat semua usahanya. Dia berbicara banyak untuk mengajak sebanyak mungkin orang ikut bergabung dan turut andil dalam semua ini, karena seperti itulah seharusnya semua ini bekerja. Program ini butuh pemain. Terlebih lagi, bapak menyadari kalau dia sudah tidak muda lagi, fisiknya tidak sekuat dulu. Itulah sebabnya dia ingin membagi semuanya kepada sebanyak mungkin orang karena dia tidak akan mampu untuk menjalankan semua ini sendiri. Dia membawa konsep dan filosofi lumbungnya kemanapun dia pergi. God, he had a beautiful mind… Bahkan hingga akhir hayatnya, dia merelakan dirinya pergi untuk selamanya dalam keadaan sedang menjalankan misi. Meski selama ini bapak selalu bilang. Alangkah indahnya jika dia bisa mati di pangkuan mama. Tapi keinginannya yang begitu sederhana akhirnya tidak bisa terwujud. Tubuhnya mungkin sudah tidak sanggup lagi. Tuhan mungkin tidak ingin bapak menderita lebih lama lagi karena penyakitnya. Walaupun mungkin bapak sudah berusaha menahan semua rasa sakitnya agar bisa sampai di rumah sebelum dia pergi untuk selamanya. Tuhan begitu menyayanginya… Tuhan tahu, jika bapak lebih lama lagi hidup di dunia ini, hanya sakit yang akan didapatnya. Aku akan menyakitinya lebih lama lagi, dan dia akan kecewa lebih dalam lagi… Padahal dia begitu mencintaiku. Aku tidak pernah tau betapa dia menyayangiku hingga akhirnya  dia pergi. Aku baru ingat betapa sedihnya dia saat aku harus keluar dari rumah dan pergi ke solo untuk sekolah. Bapak menangis lebih sering dari siapapun. Dia bahkan memajang foto terakhirku saat itu di tempat yang sering terlihat olehnya. Tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya sosok seperti bapak akhirnya menangis...
Seingatku, bapak orang terkuat yang pernah aku kenal. Sosoknya saat masih muda dulu begitu mengerikan. Tapi dia bisa begitu mudah bergaul dengan siapapun. Dia tidak pernah takut menantang siapapun. Dia satu – satunya sosok yang kukenal yang bisa begitu disegani sekaligus disukai pada saat itu. Saat aku masih kecil, aku terbiasa dalam keramaian. Ada begitu banyak orang yang begitu bahagia berkumpul di rumahku karena bapak selalu membuka pintu rumah kami lebar – lebar untuk siapapun. Bapak menjadi sosok lelaki sempurna di mataku justru setelah dia pergi.
Meski begitu, di luar semua ketidakcocokan kami, aku dan bapak begitu dekat. Aku terlalu menyayanginya… Hingga tiap kali melihatnya sakit, aku gelisah... Aku berharap dapat menggantikannya... Beberapa waktu sebelum bapak akhirnya pergi aku begitu ketakutan... Bagaimana jika bapak akhirnya meninggal ?? Aku tidak sanggup membayangkan hidup seperti itu... Setiap malam aku keluar dari kamarku hanya untuk melihat apakah dia masih bernafas...
Bapak yang memperkenalkan aku pada music… menjelaskan banyak hal padaku tentang jaz, blues, country, dan music – music lainnya meski aku terlalu bodoh untuk mengerti setiap ucapannya. Dia yang selalu mengajakku untuk menikmati dangdut, keroncong, dan berbagai jenis music lainnya. Dia mengajariku cara bermain gitar, berlatih teater, yoga, bagaimana cara merancang bangunan, dan banyak hal lainnya. Dia bahkan begitu bersemangat mengajariku bermain basket saat aku uring – uringan sebelum pengambilan nilai olah raga di SMA dulu.  Tapi aku terlalu bodoh untuk mengerti semua yang diajarkannya. Dan aku hanyalah pecundang brengsek yang dengan bodohnya mempertanyakan kinerja dan idealismenya. Aku hanyalah seorang gadis yang picik yang dengan begitu idiotnya menganggap dia selalu pamer kesana kemari tentang apa yang tengah dikerjakannya. Aku hanya orang yang berpikiran terlalu sempit untuk mengerti semua pemikirannya yang begitu jauh dan luas. Aku salah…
Tuhan… Aku ikhlas. Aku bisa merelakan semua kenangan indah bersamanya yang tidak akan pernah kembali lagi. Senyum tulusnya, tawa khasnya yang berniat untuk membahagiakanku, marahnya, dan semua tentangnya, tidak akan bisa kembali lagi. Meski tiap kali mengingat semua itu, rasanya sungguh menyakitkan… Tapi aku tidak sanggup… Jika mengingat semua hal kejam yang telah kulakukan padanya. Dia tidak akan pernah sadar betapa aku mencintainya. Dia tidak akan pernah tau betapa aku bangga padanya. Aku tak bisa tahan, Tuhan… Setiap kali membayangkan dia di saat – saat terakhirnya… Aku tidak bisa berada di sisinya, untuk bahkan sekedar menunjukkan betapa aku peduli padanya. Semua orang pasti mati, hanya saja, begitu banyak “tidak sempat…” yang akhirnya menjadi sesal setelah dia pergi. Aku bingung… Aku harus apa ??? Sejauh apapun pencapaianku, bapak tidak lagi ada disini untuk melihatnya.
Aku menyesal… Atas semua kelakuanku dan caraku memandangnya selama ini. Ada banyak hal tentangku yang tidak sempat dia lihat dan ketahui… Aku tidak sempat mengatakan kepadanya semua yang ingin aku katakan… Karena itu, aku ingin orang lain tau… My father is a great man… he was, and always be… Aku sayang dia dan begitu bangga padanya. Aku mau semua orang tau itu…
 
Copyright (c) 2010 A Girl Like Me and Powered by Blogger.