Pages

Rabu, 31 Oktober 2012

INTRO

Apalagi namanya kalau bukan konyol…  Saat semua orang di dunia sepertinya tau bahwa mereka berdua saling suka tapi tidak ada yang mau mengaku satu sama lain tentang perasaan terpendam mereka. Apalagi kata tepat buat dua manusia ini…?? Di dunia ini ternyata ada dua orang yang cukup bodoh memilih untuk tetap menyimpan perasaan mereka selama bertahun – tahun padahal mereka sendiri pun sepertinya sudah saling merasa kalau mereka sama2 jatuh cinta. Begitulah yang terjadi antara revi dan jojo. Gesture, sikap, dan tatapan mata mereka jelas – jelas menunjukkan ketertarikan satu sama lain.  This girl, revita, adalah gadis super pintar dari jurusan arsitektur. Orang – orang memanggilnya rei, dan dia sangat – sangat menyukai nama itu. Dia merasa nama itu yang membangkitkan rasa percaya dirinya. Kenapa ?? well… sepertnya ada hubungannya dengan anime sailormoon. Karena itu, jangan harap rei akan merespon jika ada yang memanggilnya dengan sebutan lain. Tidak akan. Terkecuali, tentu saja, pada Jojo. Rei adalah tipe gadis yang… Lebih mengutamakan nilai kesehatan daripada rasa sebuah makanan. Dia lebih menyukai jenis – jenis film yang mengasah pikirannya daripada kisah romansa. Dan sedikit lebih tegas daripada cewek2 pada umumnya. Jika dia memutuskan untuk tidak setuju, maka dia akan berusaha bertahan untuk tidak setuju sampai akhir. Gadis seperti rei, yang begitu teguh pada pendiriannya, akhirnya memutuskan untuk bersikap lebih lunak pada seorang jojo. Laki – laki yang sepertinya jauh dari tipe lelaki idaman baginya. Rei selalu mengaku, bahwa tipe lelaki idealnya haruslah lebih pintar dan bijak darinya. Memiliki jiwa pemimpin, humoris (agak sedikit mengejutkan sifat ini muncul  dalam daftarnya), dan tentu saja pria yang dapat mengontrol dan berkuasa atas dirinya. Sementara Jojo adalah tipe lelaki yang… yaah, sebut saja basketman. Sejak SMA jojo adalah bintang basket di sekolahnya. Dia jelas tidak lebih pintar dari rei, jiwa kanak2nya sepertinya lebih dominan daripada jiwa seorang pemimpin yang dewasa, and there’s no way he would b able to b a man in charge. Jojo ini… Tipe manusia yang benar – benar menikmati masa mudanya. Bisa dibilang dia lumayan popular saat – saat jaman SMA dulu. Sikap dan pergaulannya pun sekitar – sekitar itu. Bukan berarti  dia cowok menyebalkan yang sok keren dan bullier seperti cowok – cowok populer di tv2.
Dan dua orang yang diam – diam kasmaran ini adalah temanku. Rei dan aku mulai berteman sejak awal masuk kuliah. Bukan karena kami satu jurusan. Tapi karena kami berada dalam organisasi pers yang sama. Dan Jojo… Hmmm… Bagaimana yaa menjelaskannya… Cowok ini teman dekatku. Aku dan jojo berteman sejak SD. Kami tidak bersekolah di SMP dan SMA yang sama. Di universitaspun kami tidak masuk jurusan yang sama. Tapi karena sejak kecil kami memang tumbuh bersama, jadi jojo sudah seperti saudara bagiku. Bahkan mamaku sudah menganggapnya sebagai anak laki2nya. It’s funny… Karena aku bukannya tidak punya saudara laki – laki… Aku punya seorang kakak laki – laki yang sempurna namun kehidupan cintanya jauh lebih menyedihkan daripada jojo. Sebagian orang mungkin akan berpikir, bahwa aku dan jojo pada akhirnya akan menjadi sepasang kekasih seperti pada cerita – cerita remaja. Tapi percayalah… Aku hanyalah story teller  disini. I’m definitely not the main actress of this love story… *lol*
Bisa dibilang, akulah yang memperkenalkan mereka berdua. Tidak secara langsung dan formal… perkenalan mereka berjalan begitu saja. Semakin lama, mereka semakin terbiasa dan menjadi akrab. Setiap kali jojo mengajakku pergi, dia tidak pernah lupa menyuruhku untuk membawa serta rei dalam pertemuan kami. Dan setiap kali rei mengajakku pergi… dia pun tidak lupa berkata “Menurutmu, kita harus ajak jojo nggak…??”. Dan sebagai teman yang sangat mengerti, aku akan menjawab “Pasti dong… kita harus ajak dia…”. Kemudian mereka akan bersikap seolah2 tidak ada apa2 antara mereka. Tapi setiap kali jojo bertemu teman wanitanya secara tidak sengaja, rei akan kehilangan moodnya sepanjang hari. Dia tidak bisa menerima lelucon apapun, dan wajahnya sama sekali tidak enak dilihat. Seperti orang sekarat yang memaksakan diri untuk tersenyum. Begitu juga jojo… Bersikeras bahwa dia dan rei hanya teman biasa, tapi caranya berinteraksi yang sok bermanners dan mati2an menutupi perasaan sukanya justru membuat semuanya jadi terlihat jelas. Idiot bener Jojo… Bayangkan betapa frustasinya aku karena sikap mereka berdua.
Ahh… Tentang kakak laki – lakiku… Dia adalah cerita lain… Satu tahun yang lalu, kekasihnya (pada saat itu) meninggalkannya dan menikah dengan laki – laki lain. Menyakitkan…?? Tentu saja… Tapi yang lebih menyedihkan lagi… Si wanita istri orang itu sepertinya memutuskan untuk mempunyai jadwal berkunjung rutin. Kehidupan rumah tangganya pastilah tidak sebahagia yang dia impikan dulu… Setiap kali bermasalah, dia datang kepada kakakku dan menangis… Kau pikir… Bagaimana seseorang bisa moveon dalam kasus seperti ini… Agaknya, sedikit wajar jika kakakku masih sulit untuk melupakan cinta lamanya dan berpindah ke level kehidupan cinta berikutnya…  Tentu saja aku ingin dia segera menemukan wanita lain dan hidup berbahagia… Tapi mana mungkin aku berani menasehatinya…?? Usianya 4 tahun diatasku. Apa masuk akal jika aku yang masih bau kencur ini member nasehat pada kakakku ?  Well, no thanks… I don’t even wanna think abt it… Biarlah dia menyelesaikan urusannya sendiri.
Nah, sekarang…  Apa perlu aku menceritakan juga soal orang yang satu ini…?? Namanya Jio… Cowok ini punya bakat alamiah membuat kesal orang lain. Dia adalah teman satu kampus Jojo… Ooh wait… They both have the same initial name…?? Well then… itu menjelaskan banyak hal. Tidak heran mereka berdua sama 2 bodoh… Tadi kubilang Jojo itu punya sifat kekanak2an…?? Nah, Jio lebih dari itu. Dia adalah manusia paling kekanak2an yg pernah aku kenal. Jika Jojo begitu bodoh memendam perasaannya pada Rei selama satu setengah tahun. Maka Jio agak sedikit berbeda. Cowok ini memang sedikit punya masalah mental dan kepribadian. Dari luar dia tampak begitu keren dan manly, sementara di dalam dia sedikit menyebalkan dan childish. Itulah kenapa aku bilang dia adalah manusia paling kekanak2an. Jio ini sepertinya tipe cowok yang lovable… Di dunia ini memang ada jenis orang seperti itu. Trust me. Kalau diperhatikan memang tidak ada yang istimewa dari dia. Tapi setelah bergaul beberapa saat, tidak sedikit cewek yg kemudian tertarik padanya. Itu jika dilihat dari luar. Cobalah berusaha untuk bergaul lebih dalam dengannya, mungkin kalian akan berakhir seperti aku, menemukan fakta yang mencengangkan tentang sifat menyebalkannya. Nah, ini bagian bodohnya. Jio, benar2 menyikapi masalah cinta ini dengan sangat – sangat tidak dewasa. Dia menerima cinta dari wanita berdasarkan mood. Saat moodnya sedang bagus, dia akan menjawab iya pada siapapun yang menyatakan cinta padanya. Parahnya, dia adalah orang yg moody. Moodnya dapat berubah dengan cepat. Jangan ditanya apa yg terjadi saat moodnya sedang jelek. Dimana letak pikiran anak ini…?? Otaknya terlalu dangkal untuk memikirkan hal seperti ini lebih dalam.
Meski aku, rei, jojo, dan jio ini berteman. Bukan berarti hubungan kami harmonis dan saling menyayangi. Tidak jarang aku meledak dan kesal pada jio. Hingga suatu saat, jojo akhirnya bilang kalau dia berpikir untuk menjodohkan aku dan jio. Hahh !!! Such an ironi… Apa aku tidak salah dengar…?? Jojo mencoba untuk menjodohkan aku…? Look at urself… Disaat dia sendiri begini menyedihkan… Mungkin inilah pertama kalinya aku dan Jio bisa tertawa dengan damai. Biasanya jika salah satu dari kami tertawa, itu berarti penderitaan untuk yang lain. Jujur saja, aku dan Jio sama2 tau soal hubungan malu2 mereka. Justru kamilah yang paling prihatin pada mereka. Meski begitu, kami memutuskan untuk tidak mengintervensi keduanya. Kami mungkin bersikap seperti tidak tahu apa2. Tapi sejujurnya, aku hampir meledak saking gemasnya.
Beberapa orang mungkin juga berpikir pasti ada sesuatu antara aku dan jio, atau mungkin menyangka setidaknya salah satu dari kami pasti jatuh cinta pada yg lain. Singkirkan jauh2 pikiran itu. Why would I date someone like him…?? Begitu juga Jio. Sepertinya dia jatuh cinta pada adikku. Menunjukkan sikap sok malu2 setiap kali berinteraksi dengan adikku. Whadda joke… why would I let her date a man like him…?? Adikku berhak mendapatkan cowok yang lebih baik dari dia.

*Inspired by animorphs* (again)

Kamis, 18 Oktober 2012

It's called Ironic

I always want to write about this...
Seringkali... Aku marah, kesal, dan merasa mama sangat - sangat tidak memahami aku, darah dagingnya sendiri yang harusnya bisa dia mengerti dan kenal dengan baik.
Seringkali... Aku misuh - misuh dalam hati tiap kali mama menegurku, atau memberi nasehat yang menurutku sangat menyebalkan. Tentang kebiasaan burukku, sifat jelekku, yang tentu saja aku tahu... "Mama nggak ngerti banget kalo aku juga lagi berusaha keras buat berubah...!!! nggak bisakah mama melihat usahaku ini...??" and some other similar thoughts.
Seringkali pula... Aku terlalu emosi dan menyalahkan mama untuk sesuatu, yang pada saat itu terjadi, aku yakin akulah yang benar. Yang kemudian akan aku sesali, hanya di dalam hati.
Tapi kemudian, aku mulai mengalami hal - hal serupa dalam sudut pandang yang berbeda. Apa yang telah aku lakukan pada mama, hal yang sama juga terjadi padaku. And i realize, sepertinya beginilah cara Tuhan memberitahuku bahwa 'aku memang salah'. Aku kesal setiap kali mama marah padaku dan menganggap mama benar - benar tidak bisa memahamiku, tapi setelah hal yang sama terjadi padaku, aku merasa 'marah' adalah sikap dan respon yang wajar...
And I will always remember what my daddy told me in the past... "Hati - hati kalo marah ato kesal karena sikap orang lain. Bisa jadi cerminan dari diri kita. Kalo kita marah krna sikap orang ke kita, biasanya karena kita sendiri juga begitu.". And this thought was absolutely absurd for me that time. Bagaimana bisa ?? Jadi kalo kita marah karena diperlakukan tidak baik, itu artinya kita juga pernah memperlakukan orang dng tidak baik...?? Rasa - rasanya semua orang pasti kesal kalau diperlakukan tidak baik, bukan begitu ??
But, as time goes by... Sepertinya kata - kata babe ada benarnya...
So, now... Kalau ada yang berpikir aku berubah menjadi anak manis yang patuh pada mama, sayangnya itu belum terjadi untuk saat ini... But at least, aku mulai berusaha mengontrol emosi dan pikiranku setiap kali merasa kesal pada mama. Aku berusaha untuk tidak langsung bereaksi ataupun menyimpan dendam (read : ngambek) pada mama. Ada baiknya menenangkan diri, mengambil beberapa langkah ke belakang memposisikan diri sebagai penonton, dan mulai berpikir dari sudut pandang kedua pihak. Sukur - sukur setelahnya bisa introspeksi diri dan memperbaiki sikap. Meski tentu ajaaa... Hal macam begini tidak semudah yang kita pikirkan. But lets try...
Mengutip kata - kata marco pada novel animorphs...
Dari dulu aku percaya bahwa sampai batas tertentu kau sendirilah yang memutuskan kau ingin hidupmu seperti apa. Kau bisa memandang dunia dan berkata, "Oh, semuanya begitu tragis, begitu suram, begitu mengerikan." Atau kau bisa memandang duia dan memutuskan bahwa sebagian besar ternyata lucu.
Jika kau melangkah mundur cukup jauh dari hal - hal sepele, segalanya bisa jadi lucu. Kau bilang, mengerikan ya pemanasan bumi ? Menurutku, tidak, itu lucu. Kita akan mengalami pemanasan bumi karena memasang terlalu banyak AC bocor ? Kita menggunakan terlalu banyak deodora semprot, jadi sekarang ganjarannya kita akan berkeringat seumur hidup ? Itu tidak menyedihkan. Itu Ironis.
Begitulah... Aku suka kata - kata di bagian ini sejak pertama kali aku baca novel ini. Tapi tidak BENAR -BENAR tau betapa BENARNYA ini hingga semuanya BENAR - BENAR terjadi dalam hidupku dan membuatku menyadari... "Oh... Ternyata marco ada BENARNYA...". ~.~
How'd u think...??

Selasa, 16 Oktober 2012

Draft

Dear daddy...
Inget suatu kali dulu kau pernah bilang akan mengajakku ke warjack...??
Aku ingat...!! Saat itu kau bercerita dengan begitu antusias tentang perkumpulan para musisi di sebuah warung pojok yang rutin mengadakan acara "sekedar perform" setiap selasa malam... "Just bring it on what u got", kira - kira begitulah translate simple dari ceritamu... Of course i was looking forward to it... Menghabiskan waktu denganmu as father and daughter is one of my favorite thing... I Love our father n daughter time...
Well, I just wanna tell that i've finally come to that place... See, the debt's paid... :)
Menikmati musik yang menyenangkan dalam suasana yang sederhana seperti ini tentu saja membuatku membayangkan dirimu... Jadi seperti inilah yang kau lihat dan nikmati dulu... Suasana seperti ini memang selalu cocok untukmu... Hhhhhh... Ada begitu banyak "andai" yang seharusnya tidak boleh terpikirkan... Manusia memang sebaiknya tidak berandai - andai bukan ??
At the end, I just wanna say that i was enjoying the show... Perhaps, Im gonna come again when i have time... xoxoxo

With Love,
the eldest.
 
Copyright (c) 2010 A Girl Like Me and Powered by Blogger.