Pages

Senin, 29 November 2010

When my bestfriend met my ex boyfriend (???)


Dia mantan Pacarku. Namanya Lutfi. Kupanggil dia Luffy… Sure u can guess why…  Sifatnya jauh berbeda dari monkey d. luffy yang sembrono… Kenapa aku bilang begitu…?? Karena dia tipe cowok pendiam yang disukai semua orang… bahkan manusia paling negatif pun akan berpikir positif tentangnya. Satu – satunya persamaan antara lutfi dan luffy adalah kemampuan untuk menarik banyak teman. He’s just like a friend magnet. Orang2 selalu tertarik padanya seperti besi yang tertarik oleh magnet. Dan begitulah aku menjelaskan bagaimana aku bisa tertarik padanya. Aku bukan tipe orang yang menyukai kata2 manis, tapi saat dia mengeluarkan kata2 gombal dari mulutnya, aku meleleh…  Dan efeknya sangat menyebalkan… Aku harus berusaha meyakinkan diriku sendiri agar tidak jatuh cinta padanya, karena aku sangat tahu tipe orang macam apa dia. I mean, sure I know, he did it to everybody. Sekian lama aku berusaha untuk menanggapinya dengan sikap sewajar mungkin hingga akhirnya pada suatu malam dia datang padaku dan bertanya “Kenapa aku ngerasa km gk welcome k aku… Jujur aku bener2 tersiksa karena aku punya feeling yang gk biasa ke kamu…”. Itu kata2 yang gk biasa, setengah mati aku mempertahankan sikap wajarku dan dengan hebatnya ekspresi berikutnya yang kuperlihatkan hanya mengerutkan kening, “Begitu…?? Rasanya biasa aja kok… Aku gk ngerasa punya masalah apa2…” begitulah jawabanku. “See… Seperti itulah… Semua usahaku gk nyampe k kamu… semua ditepis begitu aja… kamu gk pingin bahas masalah feelingku yang gk biasa…??” tanyanya lagi, dan akhirnya dia menjelaskan semuanya. God, It’s a miracle…!! Usianya 2 tahun diatasku dan aku tidak punya clue sama sekali bagaimana dia bias jatuh cinta padaku yang kekanak – kanakan, sembrono, konyol, dan tidak punya apapun yang dapat dibanggakan. Damn, I hate sayin’ this crazy thing tapi itulah kenyataannya. Bagaimana mungkin dia bisa begitu mencintaiku sementara aku sendiri begitu sulit menemukan alasan untuk mencintai diriku sendiri. Ironis bukan…?? Tapi sepertinya itu semua memang rencana Tuhan. Dia memberiku luffy agar aku dapat lebih menghargai diriku sendiri. Setiap kali dia berbicara, aku semakin mencintai diriku sendiri… Weird, tapi begitulah dia… Dapat menurunkan kadar keraguan dalam pikiranmu hingga menjadi 0%... Amazing, isn’t it…? Dia satu2nya pelarianku saat sifat egoisku muncul dan menyenggol teman2 di sekitarku… Sangat kekanak – kanakan bukan…?? Dan akhirnya itu pula yang menjadi algojo yang mengeksekusi hubungan manis kami. Aku mulai jenuh, dan terlebih lagi aku bukan orang yang dapat menerima kondisi “Pacarku adalah fasilitas umum”, dalam artian dia bisa bersikap begitu manis pada setiap gadis yang meminta bantuannya… Aku menyuruhnya untuk belajar berkata “tidak” dan jawabannya pada saat itu sangat menyebalkan… “Itu sama aja bersikap egois… kenapa harus menolak permintaan tolong orang kalo ternyata masih bisa menolong…??”, yaa bukan berarti kamu harus bersikap dan berkata – kata manis, apalagi menuruti semua permintaan aneh mereka sayank… seharusnya jawaban seperti itu yang keluar dari mulutku pada saat itu, dan bukannya “Orang baik seperti kamu memang bukan untuk orang egois seperti aku… seharusnya kita menyadari itu dari dulu kan…?? Kita melupakan yang satu itu…” dan berakhirlah hubungan kami. Egoku saat itu menolak semua kata2 pembelaannya. Aku menutup telingaku rapat2 krn aku tidak memiliki keinginan untuk kembali bersamanya meskipun aku tau dia benar.

Hanna adalah sahabat terbaikku. Aku suka memanggilnya ano. Kami berteman sejak masi kecil. Dulu aku dan dia terlihat begitu mirip hingga orang yang tidak benar2 mengenal kami akan menyangka kami bersaudara. Tapi sekarang, dia jadi begitu sempurna. Menurutku, dia memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi wanita. Cantik, pintar, supel, dan sangat menyenangkan. Satu – satunya kemiripan kami yang tersisa adalah konyol yang tidak dapat disembuhkan. Tentu saja itu juga sifat yang baik… Itu sebabnya, tidak terhitung sudah berapa laki2 yang bersedia mati untuknya. Oke, mungkin beberapa kata terakhir memang hiperbol, tapi soal jumlah laki2, itu kenyataan yang tidak terbantahkan. Bisa dibayangkan berapa derajat perbedaan kami…?? Kira2 180 kurang sedikit. Hal yang membingungkan disini adalah, kenapa orang seperti dia bias begitu setia menjadi temanku…?? Begini ilustrasinya : Aku adalah manusia yang penuh misteri… maksudku, sebagian besar orang hanya tau sisi luarku saja. Mereka lebih banyak tau sisi normalku (aku tidak berani bilang sisi baikku) daripada bagian burukku dan ternyata itu tidak menjamin mereka bias tetap “bergaul” denganku. Those people, mereka datang dan pergi begitu saja,. Sedangkan ano, dengan segala pengetahuannya tentangku baik bagian yang normal ataupun bagian yang buruk, dia tetap bertahan menjadi sahabat terbaikku sepanjang masa… Amazing bukan…?? And guess what… pertemanan kami tidak biasa… bukan seperti ; selalu bersama kapanpun dimanapun, sms dan telp rutin, ataupun hal2 remeh lainnya. Dia seperti rumah bagiku dimana jika sudah waktunya pulang, maka aku akan dating padanya. Kami kadang tidak bertemu selama berbulan2, no sms, apalagi telp, tapi saat kami bertemu tidak pernah ada kata “apa kabar…??” yang keluar. Hanya ada pembicaraan wajar seolah tiap hari bertemu. She’s just like a sister that I’ve never had... Hanya dia yang tau segala problematika kehidupanku. Aku lari padanya saat hubunganku dengan pacarku sedang sangat menyakitkan, karena dia satu2nya orang yang ingin kuberitahu tentang itu. Begitulah Tuhan menjagaku agar dapat tetap “hidup”. Aku tidak bermaksud menyebutnya sebagai tempat sampah, tapi saat aku tengah dipenuhi dengan hal2 tidak berguna, aku menuangkan semua padanya krn itu satu2nya jalan aku dapat merasa kembali kosong dan siap untuk diisi dengan hal2 tak berguna lainnya…

Mereka tidak pernah bertemu… Ano tau semua yang aku tau tentang Luffy, tapi gadis itu tidak pernah tau, bagaimana sosok Luffy sesungguhnya…  Ribuan kali aku bercerita tentang ano, tapi belum pernah aku memperkenalkannya pada Luffy…  Aneh bukan…?? Tidak ada yang normal dalam hidupku…

4 Juli 2009. Itu pertama kalinya aku (mempertemukan) ano dan luffy… ano dan aku tengah beristirahat di sebuah resto cepat saji setelah perburuan buku kami yang panjang, lalu aku dikejutkan oleh tepukan lembut d bahuku. Guess who did it. Luffy…!! Cowok itu tersenyum manis dan beberapa menit kemudian dia duduk bersama kami. “Apa kabarnya Rio…??” Tanya Luffy mebuatku terkejut, dari mana cowok itu tau nama pacarku…?? Maksudku, memang semua orang d kampus tau, tapi aku benar2 kaget dia tau. Kupikir segala tentangku “persetan” baginya… “How’d u know him…?” tanyaku yang hanya dijawabnya dengan senyum. “Jasmine…” panggil ano lembut membuatku tersadar, aku sama sekali belum memperkenalkan mereka. “Gk ada rencana ngenalin qt ama Rio…?” Tanya gadis itu lagi. Whad…??? Percakapan ini terasa janggal dalam situasi seperti ini. “ Min, I want u to meet my boy friend…” Ujar ano lalu seraya tersenyum menatap cowok disampingku. Aku menoleh dan mendapati Luffy tersenyum menatapku. Butuh beberapa detik bagiku untuk mencerna bagaimana situasi kami saat ini, dan kemudian seolah tersadar aku akhirnya bersuara “Whad…??!!”. Bayangkan… Whad can be more surprising…?
 
Copyright (c) 2010 A Girl Like Me and Powered by Blogger.