Aku mungkin berada pada puncak rindu… tidak berlebihan jika
aku katakan aku menulis ini dengan berurai air mata… merindukan mereka yang
telah pergi… ini bulan ramadhan dan hari ini masih ulang tahunku. July, 25th.
Satu tahun ini, mungkin merupakan tahun terberatku selama 24 tahun masa
hidupku. Begitu banyak aku kehilangan dan mendapat pelajaran. Aku kehilangan
eyang, kehilangan teman, kehilangan bapak… dan bahkan bertanya – tanya tentang
apa yang sebenarnya sedang aku lakukan sekarang…?? Apa ini takdir…?? Aku tidak
ingin mengeluh lebih banyak lagi secara detail tentang 1 tahun terakhir ini.
Cukup aku katakan bahwa tahun ini begitu banyak PR untukku. Pasti akan kubagi
jika sudah mendapat pencerahan. J
Pagi tadi aku mendapat kado dari Tuhan. Aku bermimpi… Bapak
masih hidup. Aku seperti anak yang baru bertemu dengan ayahnya setelah sekian
lama terpisah. Dalam mimpi itu, aku menyampaikan kepada bapak berita bahagia
yang seharusnya bisa didengarnya dari aku selama beliau masih ada di dunia ini,
dan bapak tersenyum sumringah. Lalu memelukku bahagia. Bukan main perasaanku
dalam mimpi itu… Mungkin beginilah rasanya jika mahluk hina ditawari masuk
setelah kepalang tanggung berdiri di depan pintu surga. Dan kemudian aku
terbangun, kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa bapak tercinta sudah tidak
ada lagi di dunia ini. Sungguh aku tak bisa menggambarkan perasaanku saat itu. Aku
lupa hari ini hari ulang tahunku. Kenapa pula harus diingat…?? Menghadirkan
begitu banyak pikiran negatif dan sendu. Sudah 125 hari sejak kepergian bapak,
dan aku masih seperti aku yang dulu. Hanya saja ada air mata yang rutin
mengalir setiap senja. Aku mulai merasa tidak berguna. Aku rindu… Rindu sekali,
Tuhan… Sekarang sudah tidak bisa bertemu. Setelah matipun belum tentu akan
bertemu. Apa masih mungkin ada kesempatan bisa berkumpul lagi di surga…??? Ahh…
Sudah mencapai usia segini, pikiran masih seperti anak kecil… Kelakuan pun tidak lebih baik. Beberapa jam
yang lalu aku masih berpikir bahwa rindu ini tidak akan mungkin terobati. Lalu kemudian
aku merasa begitu berdosa dan telah meragukan Tuhanku.
Biar Tuhan yang mengobati rasa rinduku…
tulisannya menyentuh..saya tersentuh. . . :'> sekali lagi HBD,,
BalasHapusthanks, mb ran... maafkan kegalauan saya... :D
BalasHapus